Ramadhan Datang, Marianaana
Marianaana
Ramadhan Datang
Ramadhan datang
Ia hadir layaknya tamu yang tahu persis
Kapan seseorang tak ingin merepotkan
Dengan kecintaannya
Akan rindu pada-Mu
Digang sempit itu
Dirumah kecil itu
Tumbuh seorang gadis kecil
Sedang belajar menata sabar
Disetiap ramadhan
Ia membersihkan dapur lebih awal
Menghitung air lebih teliti dari biasanya
Satu gayung untuk wudhu
Satu gayung untuk memasak
Sisanya ia simpan rapi
Ramadhan tahun ini terasa panjang
Sejak pagi ia sudah tahu
Hari ini tidak ada yang bisa dimasak
Menjelang sore
Gadis itu duduk dikursi menunggu azan
Sambil menggenggam segelas air putih
Ia harus mengatur nafas
Agar tak runtuh oleh kelelahan
Bukan karena lapar
Melainkan karena siang hari
Enggan bergerak
Kupandangi permukaan meja yang bersih itu
Dengan pikiran lebih penuh
Untuk terlihat kuat
Dan ketika azan terdengar dari kejauhan
Tak ada nasi
Tak ada lauk
Tak ada air manis
Membasuhku untuk waktu berbuka
Dan entah mengapa
Ini sulit dijelaskan kepada TUHAN
Saat aku bangun membentang sajadahku
Lama kuterdiam
Bukan tidak tahu harus berdoa apa
Tapi karena takut
Terlalu banyak yang ingin diserahkan...
Medan 22 januari 2026
Marianaana