PUISI YANG TERBUANG Arief Wirawibowo

PUISI YANG TERBUANG

Arief Wirawibowo

imajinasi seperti di lahirkan kebumi
lalu puisi demi puisinya terbuang sia²
di bumi lagi.
tahun demi tahun, pasti ada saja
imajinasinya
di buat dan di pajang — lalu di buang pastinya.
barangkali puisi memanglah bukan teriakan,
puisi hanyalah alat untuk mencari nama,
dan buku² di buatnya hanya ingin di pandang
dalam namanya sebagai penyair.
puisi adalah puisi
yang terlahir dari imajinasi manusia
yang tak pernah puas mencari nama lagi.
rakyat butuh suara dari keadilan,
tapi cerita rakyat hanyalah di jadikan lomba²,
para "hewan" yang ingin menang dalam nama,
karena hati barangkali itu sudah langka.
aku tak perduli jikalau aku di jauhi
oleh orang² penyair dunia sekalipun.
puisiku adalah dari hati nurani paling dalam,
dan bukan dari imajinasi yang selalu di paksa
untuk berfikir.
puisiku adalah mencari keadilan untuk rakyat
yang harus aku tuliskan dalam puisiku ini.
puisiku mungkin akan kebuang juga
tapi tidak sia² atas yang aku buat dalam baitku,
karena puisiku itu bukanlah mainan kata²,
karena puisiku adalah kejujuran dalam isinya,
dan bukan di paksa menulis.
puisi² sekarang hanyalah kumpulan
mencari nama — dari puisi saja,
dan lalu di buang puisinya di setiap tahunnya.
nama tak di kenang,
di buat susah payah.
karena itu dari hati yang selalu haus
yang mencari nama.
dan itulah penyair di jaman sekarang ini.