Puisi-puisi Nelayan Pantura, Puspasari
Puspasari
MENJARING ASA
Senja merapat ke bumi,
Ke pinggir-pinggir pantai
Seorang lelaki tua berjalan
Dalam resah dan gelisah
Tatapannya tajam,
Ke tubuh-tubuh nelayan
Yang setia menjaring ikan
Di keluasan laut
Ada sepercik doa dan harapan
Bagi masa depan keluarga
“Beri mereka kehidupan, ya Allah
Beri mereka pencerahan!”
Matanya tajam menatap langit
Senyum terlukis di bibirnya kering
Di sepanjang pantai utara,
Dan laut yang bernyanyi itu!
Sawangan, 16 Juli 2025
Puspasari
SENJA YANG HILANG
Seorang lelaki, nelayan tua
Dan seorang perempuan, penjahit jaring
Bersandar di antara batu-batu
Tatapannya tajam ke laut lepas
“Akan ‘kah anak kami kembali?
Sudah lama ia pergi meninggalkan
Rumah, meninggalkan laut!” desah
Mereka dalam kesedihan
Ada kabar dari nelayan
Sebuah kapal kayu karam
Di tengah laut dan badai angin
Jangan-jangan, ahh, tidak!
Dalam kesunyian. Kabut
menyimpan misteri. Sepasang
Kekasih hanya mampu berdoa
“Selamatkan anakku, ya Tuhan!”
Sawangan, 16 Juli 2025
Puspasari adalah nama pena dari Ita Puspasari. Lahir dan besar di Semarang, Jawa Tengah. Menyukai literasi sejak SMP. Tulisan-tulisannya pernah menghiasi media massa lokal. Di celah masa pensiunnya, ia banyak memanfaatkan waktunya untuk membaca dan berkarya. Puisi dan cerpennya banyak dimuat di antologi Bersama. Bergabung dengan beberapa komunitas sastra yang ada di Indonesia.