Puisi-puisi Nelayan Pantura, Giyanto Subagio

Ode Perkampungan Nelayan

bulan tergantung bagai seperempat semangka
kulihat malam kelam
laut muram
perahu-perahu nelayan di tepi pantai rindu pada air pasang dan purnama

aku mendengar ratapan bintang-bintang
aku mendengar jeritan batu-batu karang
aku mendengar rintihan ikan-ikan mati
angin dingin terasa ke tulang-tulang menyadarkan diriku dari kesendirian

di atas kuburan dan lautan
bulan menyisir malam,
meninggalkan perkampungan nelayan
bintang-bintang jauh
perahu-perahu terkapar di tepi pantai
Giyanto Subagio

APHRODITE

pada sebuah pantai yang sunyi
rumah puisi berdiri megah dan indah dengan pilar-pilarnya yang putih

serupa tiang-tiang layar yang tinggi menjulang ke langit biru
ketika kapal-kapal bersandar di dermaga-dermaga kayu
di waktu purnama naik

dewi Aphrodite
bergaun hijau
muncul dari kedalaman palung lautan puisi-puisi malamku

matanya yang jelita
o, senyuman dan tawa yang menjelma syair-syair semesta

ribuan bintang menerangi jalan hidupku
jalan setapak ke tanah yang dijanjikan
dan telah lama ditinggalkan

fajar terbit dari balik perkampungan nelayan
kusematkan matahari agar dapat kumaknai bayanganmu


*Giyanto Subagio bernama asli Sugiyanto, lahir 7 Desember 1970 di Jakarta. Pria ini dikenal dengan panggilan, Edo. Puisi-puisinya dimuat di berbagai media massa. Puisinya yang berjudul, Ode Perkampungan Nelayan mendapat penghargaan Juara II Lomba Cipta Puisi Hari Nusantara, 2000, dan puisinya yang berjudul Aphrodite nominasi 50 Lomba Cipta Puisi Bentara Budaya Bali, serta puisinya masuk 100 puisi terbaik Lomba Cipta Puisi Al Qur'an. Puisi-puisinya tergabung lebih di dalam 20-an antologi puisi bersama, antara lain, Antologi Puisi Trotoar (1996), Antologi Puisi Indonesia (1997), Nuansa Tata Warna Batin (2002), Malam Bulan (2002), Bisikan Kata Teriakan Kota (2003), dan lain\lain. Namanya termuat dalam Kamus Pintar Sastra Indonesia, Ensiklopedia Sastra Modern Indonesia, Leksikon Sastra Jakarta, dan Apa dan Siapa Penyair Indonesia. Sekarang bergiat di Komunitas Planet Senen, Masyarakat Sastra Jakarta, Kebun Ilalang, Masyarakat Kesenian Jakarta (MKJ), dan Dapur Sastra Jakarta (DSJ). Antologi buku puisi tunggalnya berjudul, Kasidah Bayang-Bayang 2016.
*