Puas Tak Akan, Bang Well Silalahi

Bang Well Silalahi

Puas Tak Akan

Satu kata tak pernah nyata
satu kalimat merayu
puas tak pernah akan
entah kapan nyata
Aku teringat sebelum menjabat
"Negeri makmur swasembada pangan"
Gratis makan nikmati puas
anak negeri tak tambah gizi
yang ada takut dan depresi
Memang sudah terlanjur
aku bahagia bukan pimpinan negeri
aku bahagia karena berhasil mendongkrak
mengusir baru mengganti pilu
tanam pisang berakar bambu
tabur bibit sayur yang tumbuh belukar
karena pestisida tak mampu bunuh gulma
Aku kembali tersenyum sembunyikan duka
agar anak negeri tak merasa aku terluka
sedih bahagia hanya aku merasa
karena negeri tak merasa aku merana
Inilah realita hidup anak negeri
semakin hari semakin tak mengerti
bahwa gulma-gulma lebih hijau
dalam ruang fasilitas lengkap
memikirkan agar sayur mati kengerian
cangkul diubah mesin
menyiram gunakan sistem
memanen digantikan dengan mesin
merontok pun tak lagi gotong royong
semuanya milik gulma yang duduk dalam ruang
sementara aku hanya bisa menatap
meratap bahwa anak negeri harus berjuang
berjuang mengikuti sistem
walau duit lebih banyak di gulma
berjuang keluar dari sistem
waktu penjara belum bisa buka sistem
akukah gulma bersistem?
engkaukah dia yang memilin sistem?
sehingga seolah kau ada untuk negeri?
atau memang saatnya aku bertambah ngeri?
sudahlah!...
aku nikmati saja...
nikmati ngeri...
nikmati luka...
nikmati bahagia dibungkus duka!
Terima kasih jika kau mengerti
bahwa waktu semakin ngeri.