PROSA PAGI HARI, Nanang R. Supriyatin (046)
Nanang R. Supriyatin
PROSA PAGI HARI
pada pagi yang ranum itu
ia bangkit dari ranjang
berjingkat melewati kotak-kotak pualam
secangkir kopi membangkitkan tubuhnya
dari mimpi-mimpi buruk
sambil menghisap cerutu,
tungku api itu menemaninya
dingin dan ngilu tubuhnya
pada pagi yang ranum itu tersirat
kota-kota hancur, dan lewat pernik-pernik api
ia bayangkan dunia terbakar
oleh panas api yang membara
bagai sang pemikir
ia telah memikirkan
kemungkinan-kemungkinan
yang akan terjadi
kemungkinan-kemungkinan malapetaka
kegaduhan dunia, ingar dan bingar
jarum-jarum hari telah menusuk-nusuk
hatinya yang dingin
o, teringat ia akan garis-garis pemisah
antara tubuhnya dengan ruhnya,
antara tubuhnya dengan dunianya
pada pagi yang ranum itu
diraihnya sebuah buku tebal
terbaca kalimat demi kalimat,
“Musim ke musim yang gugur,
hatiku pun gugur...”
pada pagi yang ranum itu, ia memandang lanskap
dari kejauhan. Yang tersirat di kepalanya adalah
kota-kota hancur, dunia terbakar, gemuruh perang,
suara-suara panser, anak-anak yang kesakitan,
burung-burung yang terjatuh dan terluka
diam-diam ia telah melayang ke cakrawala
bersama seekor kupu-kupu dan tak ingin kembali
ke bumi yang penuh racun dan bisa
1987
*Nanang R. Supriyatin kelahiran Jakarta, 6 Agustus, adalah alumnus Peserta Forum Puisi Indonesia ‘87 yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jakarta, tahun 1987. Nanang menulis puisi, cerita pendek dan esai sastra. Mendapat Penghargaan Juara1 Lomba Cipta Puisi bertema tentang Taman Ismail Marzuki yang diselenggarakan Bengkel Deklamasi, Jakarta (2021). Juara 2 Lomba Cipta Puisi dan Cipta Cerita Pendek yang diselenggarakan koran Sinar Harapan (1982), Biro Informasi Sastra Banjarmasin (1984), dan koran Terbit (1983). Juara 3 Lomba Cipta Puisi yang diselenggarakan koran Swadesi (1989), dan Komunitas Taman Inspirasi Sastra Indonesia bertema Chairil Anwar (2022). Mendapat penghargaan Puputan Margarana Award dari Sanggar Minum Kopi, Bali (1998). Diundang sebagai peserta Musyawarah Nasional Sastra Indonesia di hotel Mercure, Jakarta (2017), dan Festival Puisi Internasional Tegal Mas Island, Lampung (2020). Salah seorang yang mendapat Apresiasi 40 tahun berkarya dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (2024). *