Potonglah Leherku !

Potonglah Leherku !
Ketika para penculik, di rumah Rengas Dengklok mendesak Soekarno -hatta untuk segera memerdekakan Indonesia di hari itu juga 16 Agustus 1945 , Bung Kano menjawab dengan memberikan penjelasannya. Dan ketika para penculik itu mendesaknya sekali lagi, maka habis kesabaran Bung Karno itu. Para pencuik itu dibentak. Maka tiadalah suara di ruang rumah kecil di Rengas Dengklok itu. Para penculik yang sebenarnya juga para pemuda pejuang pergerakan itu , termasuk pemimpinya , Chaerul saleh, diam seribu basa.
” Ini batang leherku, seretlah saya ke pojok itu dan potonglah leherku malam ini juga! Kamu tidak usah menunggu esok hari !”. Bung Karno membentak para pemuda yang tidak sabar itu.
Bung Hatta kemudian menasehati memperingatkan Wikana; “… Jepang adalah masa silam. Kita sekarang harus menghadapi Belanda yang akan berusaha untuk kembali menjadi tuan di negeri kita ini. Jika saudara tidak setuju dengan apa yang telah saya katakan, dan mengira bahwa saudara telah siap dan sanggup untuk memproklamasikan kemerdekaan, mengapa saudara tidak memproklamasikan kemerdekaan itu sendiri ? Mengapa meminta Soekarno untuk melakukan hal itu ?!” (Rg Bagus Warsono)