Perlu Selektif Berkegiatan Sastra
"Tidak Ada Pendapatan Penyair yg Pantas dari Menulis di Produk Dalam Negeri Kecuali Produk Pemerintah Jika Ada.
Sahabat Penyair tetap berkreatifitas. Ini wujud pengabdian seorang penulis untuk beramal ilmu pengetahuan dengan berkarya sastra. Apa yang diharapkan penyair bertujuan karyanya bermanfaat bagi masyarakat. Pada gilirannya dengan karyanya dibaca nasyarakat maka akan tumbuh pengenalan nama penulisnya hingga menjadi ingatan masyarakat bahwa penyair tersebut berkarya hebat dan menuai popularitas.
Jadi menjadi penyair adalah hasrat hati untuk berkarya nyata berupa tulisan sastra yang bermanfaat bagi masyarakat. Karyanya tidak saja membuat bahagia bagi pembaca tetapi juga menumbuhkan karakter, budi pekerti dan membuat "sejuk" negeri ini melalui sastra.
Namun di sisi lain terdapat "orang-orang yang justru memanfaatkan pertumbuhan sastra khusus pertumbuhan penyair" dengan mengambil keuntungan dari penyair itu sendiri dengan kata lain "jeruk makan jeruk". Ini patut dihindari sebab kembali kepada tujuan kita dan raihan popularitas itu didapat dari karya kita "dibaca masyarakat" .
Karya yang dibaca masyarakat itu akan menuai apresiasi. Kritik dan puji-puji serta pengakuan karya bermutu hingga karya yang agung suatu ketika akan kita dapatkan semuanya dari "baca" . Kareba itu Lumbung Puisi memberikan penjelasan untuk rajijn membaca apa saja sebab banyak orang-orang yang justru dari kalangan kita sendiri memanfaatkan suburnya penyair dengan iming-iming popularitas dan finansial yang sesungguhnya hanya diri sendirilah yg dapat mengangkat nama seseirang. Yaitu terus berkreatifitas dan terus menulis dan terus berprestasi.
Perlu Selektif
Banyak iming-iming yang mejanjikan itu ternyata hanya untuk mendapatkan pendapatan dari teman penyair sendiri. Jangan tergoda dengan bentuk-bentuk arau cara "merogoh kantong teman" seperti dengan nama kegiatan, judul kegiatan, judul antologi, judul jurnal, judul majalah, judul penghargaan bahkan ada yg menggunajan bahada asing agar terkesan hebat dsb. yg pada intinya merogoh kantong teman sendiri. Sebab itulah perlu selektif ikut serta dalam kegiatan sastra, sebab bantak yg murni bersastra namun memerlukan bantuan.* (rg bagus warsono)*