"PERJUANGAN INI SEKARANG"Satu Puisi Ditulis Bareng-bareng
Satu Puisi Ditulis Bareng-bareng!, lanjutkan di konentar!
"PERJUANGAN INI SEKARANG"
Zaman berganti musuh berganti
Kemerdekaan hanyalah cita-cita
Bukan tentara KNIL atau Dai Nippon yang dihadapi
Kita berhadapan dengan mata melotot
Dengan bangsa sendiri.
Bukan bambu runcing atau bedil laras panjang
Melawan dengan kata
Seperti Widji Thukul "lawan".(rg bagus w)
Perjuangan ini sekarang
Adalah menjaga akal tetap terang
Menjaga hati agar tak ikut menghitam
Dan memastikan kemerdekaan
Bukan sekadar upacara dan ucapan
Melainkan keadilan yang benar-benar dirasakan.(riswo m)
Musuh nyata kita sekarang
Garong uang rakyat
Pembunuh biadab mimpi masa depan anak bangsa. (ence s)
Dulu, darah tumpah demi sebidang merdeka, kini, sebidang merdeka digadaikan demi takhta. Rakyat hanya meminta hidup yang layak, mengapa kenyang segelintir orang harus dibayar lapar berjuta-juta? (a bachtiar a)
Perjuangan ini sekarang
adalah melawan para pemilik negeri
yang sibuk menggunting pita
di atas penderitaan yang mereka subsidi. (as darsa)
Oligarki penuh dengki
Duh, dah kuasai negeri
Pemerintah lingkung diakali
Atau kerabat kongsi
Kata-kata seperti bara
Belum tentu membuat jera
Jauhkan siasat pura-pura
Hindari kerja coba-coba.(a malik m)
Akankah perjuangan ini bak menggantang asap
jika isi kepala penguasa hanya angka dan takhta?
Mereka sibuk bertukar meja dan bersulang piala,
sementara rakyat memungut sisa di jelaga yang sama.
Kita menakar keadilan yang menguap ke udara,
mengejar janji yang terbang menjadi debu.(handh yanies)
Ketika ujung mata masih tertutup rasa dengki, keadilan yang datang adalah semu seperti matamurgana yang hilang karena tapak kaki selalu mendekat. Apa yang ingin didapatkan dari keinginan mereka, yang membawa kedengkian pada orang-orang marjinalis akhirnya mereka dikorbankan sebagai ban terbakar di jalanan. Perjuangan hari ini adalah melawan orang-orang yang membawa obor kedengkian.(m jamroji)
Mereka tidak akan faham dgn bahasa syair atau puisi
Karena mereka itu sudah tertutup nuraninya !!!
Katakan sj dengan kompak jika yang salah itu salah !!!
Mereka tdk akan faham bahasa kinayah !!!, karena mereka tidak faham jerit rakyat bawah ! (s jazima)
Jika kepentingan negeri
tak ubahnya anak tiri
dan kepentingan
antar-kelompok mendominasi,
jangan heran kalau
ada cekcok berbuntut bentrok.
Kelompok yang kuat,
mendapat tempat
Kelompok yang terpojok
tak sudi berdiam diri
sampai mendapat kesempatan
berkoalisi?
Jika kepentingan negeri
tak didudukkan pada porsinya
dan fanatisme kelompok
alergi dibilang keok,
berjuang mati-matian
demi kepentingan kelompok,
lalu sampai kapan perjuangan
untuk negeri ini tak sekadar jadi alat
basa-basi? (sutarso)
Hati berkata tersimpan dalam memori, walau berkata tiada sapa terdengarkan. Hingga kesabaran dan tangisan bersuara. Apakah mereka mengerti saat suara terdengar dan terucapkan, "tidak" hingga beberapa kata termpan sepanjang masa menjadi sejarah dalam ingatan. (wandi j)
perjuangan ini akan sia sia
bila anjing anjing masih kita peihara
virus rabiesnya akan terus menyebar
dari puncak sampai ke akar akar
ayo kita rangsek melawan
meruntuhkan kekuasaan
kita sebagai anak bangsa
jangan sampai kita terlena
membasmi anjing anjing adalah kewajiban
agar kita bisa melihat cerah di masa depan
anjing anjing itu jangan lagi diberi makan
agar mereka tak punya kekuatan
kita berpikir harus bijak
ayo hentikan upeti pajak
yang membuat mereka pesta pora
sementara kita terus sengsara
(w dwijati)
Inikah negri kami
Prostitusi kekuasaan tumbuh subur. (t wage wijono)
Kepentingan kelompok lebih utama
Dari pada derai air mata rakyat yang merana
Kebijakan sudah menjadi buta
Hukum hanya slogan saja , tumpul untuk penguasa durjana
Namun merejam rakyat yang tak berdaya
Pemerintah korup penuh rekayasa
Yuk..hancurkan bersama , bakar kroni - kroni yang menggangu Republik kita
( puspasari)
81 tahun merdeka
Bukan berarti rakyat bahagia
Terbebas dari jeratan para pengkhianat bangsa
Rakyat selalu jadi tumbal
Bagi koruptor yang kotor
Wahai penguasa negeri
Di mana nuranimu
Jika ambisi memenuhi dadamu
Gelap mata
Tak peduli nasib rakyat jelata. (iz anwar)
Wahai mahasiswa harapan bangsa
Jangan lengah, suaramu adalah marwah
Tetaplah jaga dan wakili lapisan bawah
Jangan sampai ternoda godaan angka
Dari mereka politisi yang haus kuasa
Kepalkan tanganmu tinggi-tinggi
Lengkingkan suaramu goyahkan kursi-kursi
Agar terpatri dalam hati sebagai pengingat diri
Bahwa suaramu tak boleh diabaikan lagi
Harga mati bagi mereka para politisi
Yang mengaku sebagai penjaga negeri (tarni kp)