Penyair Sekumpul Puisi Nelayan Pantura

Sekumpul Puisi
Nelayan Pantura

Penyair:

1.A.Rahim Eltara
2.Asro al Murthawy
3. Bambang Widiatmoko
4. Eko Tunas
5. Erndra Achaer
6. Emel Prahana
7. Giyanto Subagio
8. Marlin Dinamikanto
9. Nanang R. Supriyatin
10. Puspasari
11. Rg Bagus Warsono
12. Shindu Putra
13. Sri Sunarti
14. Sthiraprana Duarsa
15. Toto ST Radik
16. Wawan Hamzah Arfan

1.A.Rahim Eltara, lahir di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat 16 Oktober 1962. Belajar menulis secara otodidak sejak tahun 1979. Aktif menulis di beberapa komunitas Nasional dan Asean. Telah menerbitkan 4 antologi tunggal dan 103 antologi bersama. Peraih Pemenang Puisi Pilihan dalam Gerakan Aksi Akbar 1000 Guru se-Asean. Peringkat kedua Nasional Cipta Puisi Hyang Pustaka, Peringkat kedua Nasional Cipta Puisi Makan Bergizi Gratis. Antologi tunggalnya Ibu Doa dan Cinta terpilih sebagai Buku Sastra Nasional Yang Tak Terlewatkan Tahun 2024 versi Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.

2.Asro al Murthawy. Lahir Temanggung, pada tanggal 6 November 1969. Adalah Ketua Umum Dewan Kesenian Merangin dan Anggota Komite Sastra Dewan Kesenian Jambi. Karya-karyanya terhimpun dalam Syahadat Senggama (k.puisi, 2017) Equabilibrium Retak (2007), Lagu Bocah Kubu (puisi, tanpa tahun), Kunun Kuda Lumping (k.Cerpen, 2016) dan berbagai antologi bersama sastrawan Indonesia lainnya. Karyanya yang lain: Pangeran Sutan Galumat (2017), Pengedum Si Anak Rimba (2018), Mengenal Lima Sastrawan Jambi (2018), Katan dan Jubah Sang Raja Hutan (2019) Bujang Peniduk (2019) dan Ujung Tanjung Muara Masumai (2019) diterbitkan oleh Kantor Bahasa Jambi sebagai Pemenang Sayembara.. Hadir dalam Temu Sastra Indonesia I (2008), Pertemuan Penyair Nusantara VI (2012) Jambi, MUNSI II (2017) Jakarta, Pertemuan Penyair Asia Tenggara (2018) Padang Panjang,dan Borobudur Writter And Cultural Festival (BWCF) (2019).di Yogyakarta dan Borobudur Writter And Cultural Festival (BWCF) (2024) di Candi Muara Jambi. Asro juga tercatat dalam buku Apa dan Siapa Penyair Indonesia.

3.Bambang Widiatmoko, penyair berasal dari Yogyakarta. Kumpulan puisinya al. Mubeng Beteng (2020), Kirab (2021), Liat Pulaggajat (2022), Tetaplah Tidur Mendengkur (2024). Puisinya terhimpun dalam antologi puisi bersama al. Identitas, Kemanusiaan, Kampung Halaman (2023), Puisi di Tanah Cahaya (2023), Rendezvous (2023), Gedor Depok (2024), Jauhari (2024), Ijen Purba (2024), Negeri Bencana (2024), Si Binatang Jalang (2025), Buintenzorg (2025). Kumpulan esainya Jalan Cahaya (2022). Ikut menulis esai di buku al. Nyanyi Sunyi Tradisi Lisan (ATL, 2021), Esai dan Kritik Sastra NTT (KKK, 2021), Mencecap Tanda Mendedah Makna (FIB UI, 2021), Sastra, Pariwisata, Lokalitas (HISKI Bali, 2021), Antologi Kritik Sastra dan Esai (KKK. 2021), Jalan Sastra Lampung (DKL, 2022). Di Antara Gudang, Rumah Tua, pada Cerita (Gramedia, 2022), Oase di (Tepian) Kota (2023). Tribut Untuk Prof. Dr. Edi Sedyawati, Dari Ganesa Sampai Tari (Jakarta: BWCF, 2024). Bergiat di Asosiasi Tradisi Lisan (ATL).

4.Eko Tunas (lahir 18 Juli 1956) adalah seorang sastrawan Indonesia. Seniman serbabisa, ini menulis, melukis, dan berteater sejak masih duduk di bangku SMA. Saat ini tinggal dan menetap di Kota Semarang. Ratusan tulisan (puisi, cerpen, novel, dan esai) tersebar di berbagai media massa di Indonesia, antara lain; Pelopor Yogya, Masa Kini, Bernas, Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka, Wawasan, Cempaka, Bahari, Dharma, Surabaya Pos, Jawa Pos, Sinar Harapan, Suara Pembaruan, Suara Karya, Pelita, Republika, Kompas, Horison, dan lain-lain. Di kalangan masyarakat Tegal dan sekitarnya, Eko Tunas juga dikenal sebagai pelopor penggunaan istilah John dan Jack, sebuah cara menyebut sesama rekan sejawat. Karyanya : Wayang Kertas (novel, 1990), Bidadari Sigarasa (cerpen 2002), Puisi Dolanan (1978), Yang Terhormat Rakyat (puisi, 2000), Ponsel di Atas Bantal (puisi, 2010), Tunas (cerpen, CresindO Press, 2013)
Puisi Komedi Biografi Sarimin] (Puisi, Cipta Prima Nusantara, 2020).

5.Erndra Achaer nama pena dari Erni Tujianah. Lahir di bumi Soedirman – Purbalingga, 20 Januari. Aktif menulis bersama beberapa komunitas sastra. Sejumlah karya termuat dalam antologi bersama beberapa komunitas sastra. Buku tunggal perdana berjudul "Nalar Laras Rasa" (Bookies Indonesia 2024), sedang persiapan penerbitan buku kedua "Remas Ruas Rasa". Penulis pernah menjalani kehidupan di Bogor, sekarang kembali tinggal di kampung halaman.

  1. Emel Prahana (Naim Emel Prahana) , lahir pada 13 Desember 1958 tinggal di Lebong Selatan. Memasuki S-1 jurusan Kriminologi FH UII Yogjakarta, tinggal di kota Metro Lampung. Kegiatan lain yang diikuti baca puisi, Kongres Cerpen di Bali, Penyair Indonesia 1997 di TIM—DKJ Jakarta, duta budaya daerah Lampung Tengah ke berbagai daerah di Indonesia dan lainnya. Dan, karya-karya puisi sering dibacakan di radio Koln, Jerman. Karya-karya puisi yang sudah dihimpun dan dibukukan (diterbitkan) antara lain; Sajak Kaca (1984, bersama empat penyair muda Yogyakarta), Kasih Tuan (Yogyakarta, 1985), Kembang Malam Kembang Kelam (Metro, 1986), Poros (Metro, 1986), Puisi Indonesia (DKJ-TIM Jakarta1987), Bruckkenschlag (Koln Jerman, 1988, diterbitkan dalam bahasa Jerman), Solidaritas (1991, bersama penyair Lampung), Puisi Selatan (1992, bersama penyair Sumatera Bagian Selatan), Nuansa Hijau (Bogor, 1995), Sagang (Pekanbaru, Riau 1994),
    Dari Negri Poci 3 (Cirebon), Buku Cerita Rakyat Lampung (jilid 1, 2 dan 3 Grasindo-Kompas Jakarta, 1988), Buku Cerita Rakyat Bengkulu (jilid 2 dan 3, Grasindo-Kompas Jakarta, 1988)

7.Giyanto Subagio bernama asli Sugiyanto, lahir 7 Desember 1970 di Jakarta. Pria ini dikenal dengan
panggilan, Edo. Puisi-puisinya dimuat di berbagai media massa. Puisinya yang berjudul, Ode
Perkampungan Nelayan mendapat penghargaan Juara II Lomba Cipta Puisi Hari Nusantara, 2000, dan
puisinya yang berjudul Aphrodite nominasi 50 Lomba Cipta Puisi Bentara Budaya Bali, serta puisinya
masuk 100 puisi terbaik Lomba Cipta Puisi Al Qur'an. Puisi-puisinya tergabung lebih di dalam 20-an
antologi puisi bersama, antara lain, Antologi Puisi Trotoar (1996), Antologi Puisi Indonesia (1997),
Nuansa Tata Warna Batin (2002), Malam Bulan (2002), Bisikan Kata Teriakan Kota (2003), dan lain
lain. Namanya termuat dalam Kamus Pintar Sastra Indonesia, Ensiklopedia Sastra Modern Indonesia,
Leksikon Sastra Jakarta, dan Apa dan Siapa Penyair Indonesia. Sekarang bergiat di Komunitas Planet Senen, Masyarakat Sastra Jakarta, Kebun Ilalang, Masyarakat Kesenian Jakarta (MKJ), dan Dapur Sastra Jakarta (DSJ). Antologi buku puisi tunggalnya berjudul, Kasidah Bayang-Bayang 2016.

8.Marlin Dinamikanto, adalah penyair kelahiran Jogyakarta 7 Januari. Menulis puisi sejak bangku sekolah dasar . Kesehariannya adalah seorang wartawan sekaligus seniman. Buku Puisinya
Yang Terasing dan Mampus yang diterbitkan Dian Cipta masuk Nominasi Buku Sastra Pilihan Lumbung Puisi 2024, bersi puisi puisi yang dikarang tahun 2000-an dan terdapat puisi-puisi yang ditulis tahun-tahun 80-an.

9.Nanang R. Supriyatin kelahiran Jakarta, 6 Agustus, adalah alumnus Peserta Forum Puisi Indonesia ‘87 yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jakarta, tahun 1987. Menulis puisi, cerita pendek dan esai sastra sejak tahun 1979/ 1980. Mendapat Penghargaan Juara1 Lomba Cipta Puisi tentang Taman Ismail Marzuki yang diselenggarakan Bengkel Deklamasi, Jakarta (2021). Juara 2 Lomba Cipta Puisi dan Cipta Cerita Pendek yang diselenggarakan koran Sinar Harapan (1982), Biro Informasi Sastra Banjarmasin (1984), dan koran Terbit (1984). Juara 3 Lomba Cipta Puisi yang diselenggarakan koran Swadesi (1989), dan Komunitas Taman Inspirasi Sastra Indonesia bertema Chairil Anwar (2022). Mendapat penghargaan Puputan Margarana Award dari Sanggar Minum Kopi, Bali (1998). Diundang sebagai peserta 50 Tahun Kemerdekaan Indonesia di Taman Budaya, Surakarta (1995), Pertemuan Sastrawan Asia Tenggara di Kayutanam, Sumatera Barat (1997), Musyawarah Nasional Sastra Indonesia di hotel Mercure, Jakarta (2017), dan Festival Puisi Internasional Tegal Mas Island, Lampung (2020). Sudah menerbitkan 11 kumpulan puisi tunggal, dan sekitar 100 antologi puisi bersama. Salah seorang yang mendapat Apresiasi 40 tahun berkarya dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (2024). Pernah mengelola buletin Cermin (1981 – 1983), buletin Sikap (1984 – 1985), tabloid Alinea Baru (2019 – 2020), majalah Apresiasi Sastra (2023), dan saat ini aktif mengelola website Pojok Tim (2024 – sekarang).*

10.Puspasari adalah nama pena dari Ita Puspasari. Lahir dan besar di Semarang, Jawa Tengah. Menyukai literasi sejak SMP. Tulisan-tulisannya pernah menghiasi media massa lokal. Di celah masa pensiunnya, ia banyak memanfaatkan waktunya untuk membaca dan berkarya. Puisi dan cerpennya banyak dimuat di antologi Bersama. Bergabung dengan beberapa komunitas sastra yang ada di Indonesia.

11.Rg Bagus Warsono, nama lainnya Agus Warsono lahir di Tegal 29 Agustus 1965. Ia dibesarkan dalam keluarga pendidik yang dekat dengan lingkungan buku dan membaca. Ayahnya bernama Rg Yoesoef Soegiono seorang guru di Tegal, Jawa Tengah. Rg Bagus warsono menikah dengan Rofiah Ross pada bulan Desember 1993. Dari pernikahan itu ia dikaruniai 2 orang anak. Ia mulai sekolah dasarnya di SDN Sindang II Indramayu dan tamat 1979, masuk SMP III Indramayu tamat tahun 1982, melanjutkan di SPGN Indramayu dan tamat 1985. Lalu ia melanjutkan kuliah di D2 UT UPBBJJ Bandung dan tamat tahun 1998, Kemudian kuliah di STAI di Salahuddin Jakarta dan tamat 2014 , pada tahun 2011 tamat S2 di STIA Jakarta. Setelah tamat SPG, Rg Bagus Warsono menjadi guru sekolah dasar, kemudian pada tahun 2004 kepala sekolah dasar, dan kemudioan 2015 pengawas sekolah.. Tahun 1992 menjadi koresponden di beberapa media pendidikan seperti Gentra Pramuka, Mingguan Pelajar dan rakyat Post. Pada 1999 mendirikan Himpunan Masyarakat Gemar Membaca di Indramayu. Menjadi anggota PWI Jawa Barat. Rg Bagus Warsomo juga menulis di berbagai surat kabar regional dan nasional seperti PR Edisi Cirebon, Pikiran rakyat, Suara karya dan berbagai majalah pendidikan regional maupun nasional.
Karya Puisi: 1. Bunyikan Aksara Hatimu, Sibuku Media , Jogyakarta 2013 ; 2. Jakarta Tak Mau Pindah, Idie Publising, Jakarta 2013; 3. Jangan Jadi sastrawan, Indie Publising, Jakarta 2013; 4. Si Bung , Leutikaprio, Jogyakarta , 2014; 5. Mas Karebet, Sibuku Media, Jogyakarta, 2014; 6. Satu Keranjang Ikan, Sibuku Media, Jogyakarta, 2015; 7. Surau Kampung Gelatik, Sibuku Media, Jogyakarta, 2016; 8. Mencari Ikan sampai Papua, 8 Penyair, Penebar ; Pustaka, Jogyakarta.,2018.; 9.Ngiris Pulau Jawa; 10. Endas Manyung (Geguritan).
Karya Buku: 1. Bincang-bincang Penyair , Penebar Pustaka, 2018; 2. Geliat Penyair Indonesia, Penerbar Pustaka, 2018; 3. Setyasastra Nagari; 4. Mengenal Puisi Penyair Indonesia, Hyang Pustaka 2023; 5. Sastratama , Hyang Pustaka 2023; 6. 100 Chairil Anwar Masa Kini, Hyang Pustaka 2023; Karya Cerita Anak: 1. Kopral Dali, Sibuku Media, Jogyakarta 2014; 2. Meriam Beroda, Sibuku Media Jogyakarta 2015; 3. Pertempuran Heroik di Ciwatu, Jogyakarta 2016; 4. Kacung Ikut Gerilya; Penghargaan: Penulis Cerita Anak, Depdikbud 2004

12.Sindu Putra , Lahir di Sanur Bali, dan kini bermukim di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Belajar menulis sejak dari SMP. Puisi pertamanya dimuat di ruang Pawai Sajak Tersebar Bali Post Minggu, yang diasuh Umbu Landu Paranggi, tahun 1982. Puisi-puisinya kemudian dimuat media cetak daerah dan nasional serta di majalah dan jurnal sastra, juga di media online. Mengikuti kegiatan sastra : Temu Sastra Mitra Praja Utama, Winternachten Overseas, Festival Kebudayaan Jogjakarta, Festival Seni Surabaya, Toyabungkah Literary Festival. Buku puisinya yang telah terbit : Dongeng Anjing Api (Buku Arti, 2008), Segara Anak (Pustaka Ekspresi, 2011), Biografi Burung (Pustaka Ekspresi, 2013), Burung Origami (Kekata Publisher, 2017), Di Lombok Aku Dapatkan Puisi (Akar Indonesia, 2018), buku puisi terbaik Lumbung Sastrawan Indonesia tahun 2024. Buku Puisi Rumah © 19 (Pustaka Ekspresi, 2023)

13.Sri Sunarti, Lahir di Indramayu, 24 Mei 1965 dan tinggal di Indramayu. Alumni Pascasarjana UPI Bandung Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kab, Indramayu, Jawa Barat. Peserta Musyawarah Nasional Sastra Indonesia/ Munsi III 2020, Badan Bahasa Kemdikbud. Pegiat Literasi aktif di Komunitas Literasi Indramayu (KoLiDer) Karya-karyanya dimuat di media cetak lokal dan nasional. Buku Kumpulan puisi tunggalnya yaitu.; Buku Di Pelataran Senja Pengantar Soni Farid Maulana (Guneman, Bandung,ISBN,2019). Karya-karya lainnya beserta penulis lain sebanyak 44 buku antologi puisi, cerpen, pantun, pentigraf, dan karya ilmiah, di antaranya ; Khatulistiwa , Antologi Puisi (Jakarta, KKK,ISBN ,2021), Soneta Dua Negara Indonesia-.Malaysia, (Jakarta, KKK, ISBN, 2021). Penulis tinggal di Simpang Lima Regency D/A Rt37 Rw13Malaysia K Memajamkan Sastra Indonesia , Kumpulan Esai Munsi III (Bandung, CV Siliwangi Berkah Abadi , 2021.

14.Sthiraprana Duarsa ( Ary Duarsa ) penyair kelahiran Denpasar yang menetap di Denpasar.Memasuki fakultas kedokteran Udayana, dan menyelesaikan Pasca sarjananya di Unuversitas Pendidikan Nasional Denpasar. Menyukai puisi, menulis antologi tunggal dan mengisi di beberapa antologi Bersama. Autobiografi Kejahatan, Masuk Nominasi Buku Sastra Nasional 2024 versi Lumbung Puisi. Dan terpilih menjadi Buku sastra Nasional.

15.Toto ST Radik lahir 30 Juni 1965 di desa Singarajan, Serang, Banten. Puisi-puisinya dipublikasikan di berbagai media massa dan telah terbit dalam sejumlah buku, baik tunggal maupun bersama. Kumpulan puisi terbarunya berjudul Apakah Negara? (Gong Publishing, 2022), dan kumpulan cerpennya Satu Kisah Dua Pencerita (Epigraf, 2025). Saat ini (masih) tinggal di Kota Serang dan sedang menyiapkan manuskrip kumpulan puisi terbarunya. Satu impiannya yang belum sudah: tinggal di Kutoarjo, kampung kelahiran bapaknya. ***

16.Wawan Hamzah Arfan, lahir di Cirebon, 8 Juni 1963. Karya-karyanya berupa puisi. Karya-karyanya berupa puisi, cerpen, artikel, dan esei tersebar di berbagai media, baik terbitan ibu kota maupun daerah, seperti Pikiran Rakyat, Mitra Dialog, Berita Buana, Merdeka, Surabaya Post, Republika, Media Indonesia, Horison, dan beberapa media lainnya. Beberapa puisinya terhimpun dalam antologi Mega Mendung (1989), Kebangkitan Nusantara I (1994), Kebangkitan Nusantara II (1995), Kebangkitan Nusantara III (1996), dan Antologi Puisi HP3N Nuansa Tatawarna Batin (2002). Kini sebagai Redaksi pada majalah Forum Dialektika, sebuah majalah yang diterbitkan PGRI Kabupaten Cirebon, sebagai ajang kreativitas guru. Ia adalah seorang PNS yang bekerja sebagai Penilik PNFI Kec. Ciledug, Kab. Cirebon, Jawa Barat.