Panjat Tangga Kekuasaan Zabidi Yakub (036)

Zabidi Yakub

Panjat Tangga Kekuasaan

Hanya rakyat jelata yang gembira menyambut HUT RI
Gembira karena ada lomba panjat pinang di tanah lapang
Berhadiah handuk, panci, gayung, sulak, dan sikat WC
Gayung bersambut sikut-sikutan di batang pinang licin
Hanya penguasa yang perasaannya biasa saja
Biasa karena bagi mereka apalah arti panjat pinang
Sebab, yang mereka suka panjat tangga kekuasaan
Dengan tipu daya janji yang diumbar mulut bau micin
Penonton panjat pinang, bocil-bocil tertawa tanpa beban
Padahal, semestinya mereka gelisah akan masa depan
Sebab, negaranya digadaikan penguasa, barter utang
Yang membebani pundak mereka dengan pajak
Tahun ini, di kampung mereka tak diadakan panjat pinang
Perkebunan pinang habis dibabat untuk ditanam sawit
Tak ada rasa merdeka di dada mereka tanpa panjat pinang
Sebab, itulah hiburan tujuhbelasan yang merakyat
Penguasa panjat tangga kekuasaan mengobral perizinan
Tanah ulayat dikuasai, rakyat tak kuasa menggugat
Tak hanya kebun pinang, lumbung pangan hilang
Tahun ini, tak ada rasa merdeka di dada mereka

9 Agusus 2026

Zabidi Yakub, menulis karya sastra berbahasa Indonesia dan Lampung. Buku puisinya: Sehirup Sekopi, Antologi Rasa, Hari Makin Senja, Singkapan (Bahasa Lampung). Memenangi sayembara menulis puisi bahasa Lampung (2021), memenangi sayembara menulis esai dalam program Inkubasi Literasi Pustaka Nasional (2023), meraih Hadiah Sastera Rancagè (2023), diundang ke Ubud Writers and Readers Festival (2023).