Panjat Pinang, Tiang Agustus Damianus Ose Wotan (008)

**Damianus Ose Wotan **

Panjat Pinang, Tiang Agustus

Tujuh belas Agustus
mengibarkan matahari
di ujung tiang bendera,
sementara sebatang pinang
berdiri tegak
menjadi cermin perjuangan.
Batangnya licin
oleh peluh sejarah,
oleh darah
yang pernah jatuh
demi selembar merah putih.
Anak-anak tertawa,
orang tua bersorak,
namun di balik riuh itu
para pahlawan
diam-diam hadir
mengajarkan arti bertahan.
Satu tubuh memanggul tubuh lain,
satu tangan menggenggam tangan lain.
Tak ada puncak
yang dapat disentuh
oleh kesombongan.
Di negeri ini
kemerdekaan lahir
dari bahu yang rela dipijak,
dari hati
yang tak pernah lelah
menopang sesama.
Ketika hadiah
akhirnya berhasil diraih,
kami tahu
yang kami menangkan
bukan sekadar bingkisan,
melainkan keyakinan
bahwa Indonesia
akan tetap berdiri
selama persatuan
lebih tinggi
daripada kepentingan.
Maka setiap Agustus,
biarkan pinang itu
terus menjulang
di tengah kampung,
agar anak-anak
tak hanya belajar tertawa,
tetapi juga mengerti
bahwa kemerdekaan
selalu dimulai
dari keberanian
untuk mendaki bersama.
*Baopukang, 6 Agustus 2026 *