NYERI TANPA RAUNG Sami’an Adib (065)

Sami’an Adib

NYERI TANPA RAUNG

Seperti terbuai mantera
yang dirapalkidungkan penguasa:
“rakyat bijak, taat pajak’’
kita tetap berdiri tegak
dalam barisan tak hendak beranjak
meski begitu berat beban di pundak:
upeti yang dikemas dalam jargon pajak.
Seperti terhipnotis manis rayuan
yang mengabarkan indahnya kebijakan:
“Makan Bergizi Gratis,
generasi Indonesia bermutu”
kita bergembira dengan sorai tepukan
seakan satu masalah besar negeri ini terpecahkan:
merdeka dari kemiskinan dan ragam keluhan
Seperti terbangun dari mimpi
harapan itu ternyata hanya ilusi
kita hanya disuguhi atraksi korupsi
badut-badut pejabat tinggi negeri ini
sementara para jelata setia menagih janji
yang pernah bergema di panggung megah demokrasi:
“Gratis pendidikan dasar hingga perguruan tinggi”
Sampai kapan kondisi seperti ini akan berlangsung?
padahal sudah sekian kurun kita terpasung
menahan nyeri meski tanpa raung

Jember, Agustus 2026

Sami’an Adib
Lahir di Bangkalan, 15 Agustus 1971. Alumni Fakultas Sastra Universitas Negeri Jember. Pernah Juara I Lomba Cipta Puisi Gus Dur (Pelataran Sastra Kaliwungu), Juara III Cerpen (Menulis Bersama Uda Agus 2021), Juara I Sayembara Penulisan Puisi Nasional (Nyalanesia). Puisi-puisinya terpublikasikan di beberapa media cetak dan on line, termasuk antologi puisi bersama: Alumni Munsi Menulis (2020), Bung Hatta (2021), Lima Titik Nol Masyarakat Cerdas dalam Puisi (2022), Kulminasi (2023), Lukisan Hati di Dinding Bening (2024), Kitab Omon-Omon (2025), MBGendam (2026), dan lain-lain. Buku kumpulan puisinya Syahadat Kenangan (2023) diterbitkan Teras Budaya Jakarta. Aktivitas sekarang selain sebagai pendidik di MIMA 01 KH. Shiddiq, juga bergiat di Lesbumi Jember.