NYANYIAN MUSIM KERING, Sunawi Nawi (006)

Sunawi Nawi

**NYANYIAN MUSIM KERING **

Ku pandangi awan gemawan yang semakin meredup
Tak ada mendung apalagi hujan
Musim hujan sepertinya akan berganti kemarau
Pepohonan yang sulit air di dataran tinggi
Kering kerontang rontoknya dedaunnan
Mari kita pulang pandangan awan gemawan pepohonan telanjang membikin lara jiwaku
Lama menggeluti ladang mencangkul menyirami
Kini cadangan air susut pertahanan pepohonan menyusut
Keprihatinan padaku nanti bagaimana
Hujan lekaslah turun kasihan pepohonan membutuhkanmu
Aku ingin pulang ke tanah kelahiranku
Ada yang tetap mematuh mempertahankan
Sampai kini tetaplah setia menempati
Pekabaran dari nun jauh disana kini sudah berbeda
Tetaplah memberikan harapan berkeseinambungan
Mau apalagi segalanya tak pasti
Kini dalam kesetiaan menanam
Yang berlalu sudah merasakan memetik merasakan
Kini keadaan tak bersahabat
Kupikir pikir bukannya tak bersahabat
Musimnya bergantian dari hujan menuju kemarau
Begitulah siklus perjalanan musim
Yang menggantungkan air hujan susutlah sudah
Tak apalah bersabar menanti
Semoga tak berkepanjangan
Segala kehidupan yang membutuhkan air
Bagaimanapun juga sumber pokoknya menyusut
Berganti dilembah sana cadangan air tak seberapa
Kini keadaan yang menuntut rasa prihatin
Semoga lekaslah pulih seperti sediakala

Kenangan lama 1988