NAFARKANA, Suhendi RI

Suhendi RI

NAFARKANA

hai bajingan
dengarlah serapahku
"selamat bahagia, kutunggu hancurmu"
kalam yang kau tulis
di dada bulan
tanda mata sejarah biru
bernyawa dan membatu
menjelma prasasti luka
sebab sunyi adalah napas
dalam labirin ego
menyimpan dingin pada
kelembapan angin
semoga kau bersenang-senang
dengan bidadari dari neraka
persetan pula syair syiar maha agung
cuih! dasar bajingan
bacakan saja di palung kegelapan
sebelum diri membusuk
bersujudlah
sebelum petaka tiba
berdoalah
manteraku berjalan dalam darah
zikir lalai, kuambil jantungmu
lupa asal, kurobek sisa hidupmu
biar detik ketenangan lenyap
akulah bara duka
kau cipta dari percikan api dosa
maka kubur kata-kata
telan sumpahku
jadilah bencana
"matilah kau tertikam belati nurani"
Genkidama, 26 Februari 2026