MUSIM YANG MEMBAWA RETAK , Winar Ramelam (002)

Winar Ramelam

**MUSIM YANG MEMBAWA RETAK **

Musim ini, tajamnya seperti belati
Ranting dan dahan gemeretak
Daun daun berguguran
Berserak dan berterbangan
Bahkan, kadang seperti pahat
Memahat telapak kaki
Menjadi retak meski telah diolesi hand body
Bentang tanah sawah turut retak
Padi dan palawija enggan tumbuh
Air telah menjadi barang langka
Paceklik pun membayang di pelupuk mata
Di sudut lain
Ada yang perlahan merayap
Dari bara menjadi kobaran
Kabut asap menyemut
Menjadikan sesak dada
Ia adalah api yang melahap hutan
Hijau tropis menjadi arang dan debu
Segala habitat yang bermukim meratap
Sebagian musnah
Namun, ada yang menjadikan momentum
Musim dijadikan alibi
Padahal tangan angkara sedang bekerja
Agar alih fungsi hutan tak kentara
Mereka bukan hanya membuat retakan di hati
Tapi menjadi luka yang nganga
Dan bayangan gelap
Bila esok musim silih berganti
Dari kemarau ke hujan
Dari hujan ke kemarau
Kekurangan air
Kebanjiran
Kekurangan air
Kebanjiran
Begitu berulang ulang
Berapa biaya yang harus dikeluarkan
atas segala musibah yang disengaja
Bagaimana menanggung luka dan sedih
atas kehilangan
Dan, kembali musim dipersalahkan
Sedang mitigasi tak becus dijalankan

Denpasar. 2026