Gurat Gugat Rakyat: Siapa Yang Merdeka?, Muhammad Amir Fajar Shidiq (040)
Muhammad Amir Fajar Shidiq
Gurat Gugat Rakyat: Siapa Yang Merdeka?
Tema: Rakyat Menggugat
Karya: Aksarakakaka
Isi:
Kami lahir di bumi Indonesia Raya
Negeri dengan kekayaan alam melimpah ruah
Tetapi yang kami rasa seperti hidup di Indone-sisa
Hanya sempat mencicipi secuil sampah dan limbah istana
Kami kibarkan Sang Saka Merah Putih
Namun bukan yang dipenuhi semangat kesucian
Melainkan dipenuhi luka menganga yang bersimbah darah
Memang masih berkibar, namun tenggelam oleh genangan air mata
Kami tidak lagi melihat Sang Garuda gagah mengangkasa
Tidak lagi mencengkeram Bhinneka Tunggal Ika
Hanya meringkuk dan terpuruk
Meratapi Bhinneka tinggal nama
Dahulu kami bangga dengan kesaktian Pancasila
Kini kami meratap karena yang tersisa hanya panca-sia
Yang ada kemanusiaan yang tamak dan biadab
Serta keadilan sosial bagi seluruh pangkat berkuasa
Bulan ini adalah peringatan bulan merdeka
Namun merdeka sekarang bukan lagi untuk rakyat jelata
Yang benar-benar merdeka ialah petinggi yang duduk di kursi empuk
Terbahak-bahak menenggak ludah bernanah dari bilik takhta
Biasanya bulan Agustus kami semarakkan dengan panjat pinang
Namun kami sudah terlanjur lelah memanjat tiang keadilan
Yang lebih licin dari pinang yang dilumasi minyak
Dan lebih tajam, seakan setiap sisi adalah pedang
Kami memang lahir sebagai bangsa penikmat kemerdekaan
Namun nyatanya warisan hanya jatuh di nasab para pamangku kuasa
Kami tidak membenci lahir di negeri mulia ini
Kami hanya lelah ditindas oleh sesama anak bangsa
Purwodadi, 10 Agustus 2026
*Catatan Kaki: Puisi ini memainkan teknik permainan kata (wordplay) untuk menciptakan kedalaman makna yang dituju dan bukan untuk mempermainkan atau menghina simbol luhur yang sudah diramu oleh para pahlawan Pejuang Kemerdekaan.
Biodata Singkat Aksarakakaka:
Muhammad Amir Fajar Shidiq (Aksarakakaka) adalah seorang penyair amatir kelahiran Juli 1998 di sebuah kota kecil bernama Purwodadi, Jawa Tengah. Aktif menulis puisi di media sosial. Menulis untuk mempelajari, mengupas serta mendalami esensi nilai Ketuhanan, kemanusiaan, serta kealaman.