Mersakan Destinasi di Antologi Sajak Seribu Kenangan Yoffie Cahya

Mersakan Destinasi di Antologi Sajak Seribu Kenangan Yoffie Cahya

Membagi kisah perjalanan wisata, destinasi kepada orang lain melalui puisi yaitu berbagi rasa pada saat kenangan itu terjadi.
Puisi berarti juga alat berbagi rasa bagi mereka yang pandai mengungkap pengalanan dengan apik. Seperti Yoffie Cahya dalam** Sajak Seribu Kenangan**. Ia bercerita tentang sungai Cikasarung, Selabintana, Jayagiri, Pangandaran dan lain-lain. Tentu ada lain tema dalam antologi ini yaitu seribu kenangan lainnya.
Penyair memang menulis, apa yang dilihatnya slalu ditulis hingga akhirnya menjadi jejak perjalanan karier kepenyairannya.
Untuk lebih dekat dengan antologi Sajak Seribu Kenangan ini mari kita berkunjung ke Selabintana di Sukabumi.

Selabintana

//Langkah-langkah membawa kira pada sebuah teman,
Terpana kita sejenak
Mencium wewangian
Pesona aneka bunga
Bermacam-macam warna/

/lantas kita berjalan di padang rerumputan
Memandang bukit, ngarai dan sungai-sungai
Rimbun pepohonan cemara-cemara tua
Pesona keasrian panorama senesta/

/... /

/Begitu slalu hari hari berlalu
Sampai suatu pagi kita tersentak
Memandang sinar matahari yang menyiarkan
Butir butir embun pada dedaunan
Akupun segera berkemas kita berpisah
Aku berangkat melanjutkan perjalanan//

Dari penggalan puisi di atas, Selabintana pun terbayang. Meski hanya di sebut dalam judul tetapi Selabintana mengisi setiap baris Bait itu. Yoffie Cahya bisa menceritakan gambaran destinasi indah melalui puisi dengan baik dan berhasil mengundang minat baca.
(Rg Bagus Warsono)