MERDEKA BUKAN SEKADAR SORAK, Suriar Amazi (035)
Suriar Amazi
MERDEKA BUKAN SEKADAR SORAK
Sorak gembira pecah di halaman sekolah
Merah putih menari di dada dan udara
Lomba tujuhbelasan merajut tawa yang cerah
Silaturahmi tumbuh, persaudaraan pun merekah
Permainan rakyat-warisan tangan leluhur
Menjadi panggung ksatria, tempat watak ditempa
Menang bukan karena tipu, kalah bukan aib yang luntur
Kejujuran menjadi mahkota di tengah arena
Bergotong royong memanjat pohon pinang
Tubuh berlumur licin tak membuat surut langkah
Jatuh berkali-kali, semangat kembali menjulang
Sebab hadiah di puncak menyalakan tekad juang
Rakyat jelata bersuka dalam sehari
Tawa menjadi pelita di lorong kehidupan
Namun harapan jangan berhenti pada pesta hari ini
Esok pun semoga bahagia menjelma kenyataan
Kemerdekaan bukan sekadar sorak kemenangan
Bukan pula pesta yang usai ketika bendera diturunkan
Perut yang kenyang dan bebas dari kemiskinan
Adalah merah putih yang hidup dalam keseharian
*Semangat Dalam, Alalak-Barito Kuala
Ahad, 09 Agustus 2026/25 Safar 1448 *
**Suriar Amazi ***(Barito Kuala) penulis yang suka membaca, mengolah dan mengulas kata-kata penuh makna yang puitis dan harmonis dengan pola tuang dalam bermacam-macam genre variasi, sebagai sarana self reminder dan media dakwah yang representatif untuk sesama. Kelahiran kota seribu sungai; Banjarmasin. Berdomisili di Ds. Semangat Dalam, Kec. Alalak, Kab. Barito Kuala, Prov. Kalimantan Selatan. Karya puisi termuat di beberapa komunitas literasi gawai dengan nama asli (nama pena: Aksara Ajie Ahmad) dan kontributor antologi bersama dengan beberapa komunitas literasi a.l : Newhaiku Indonesia; Dunia Aksara; Taman Aksara; Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia (LPSI); Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI); Dapur Sastra Jakarta (DSJ); Sastra Nusa Widhita; Jejak Perjalanan Jiwa; Kemala Persada; Aksara Prasada; Grup Sastra PuSeRik; Komunitas Coretan Pena (KPC); Sanggar Langit Tanjung Official dll. *