MENGHITUNG RETAK DI DINDING RUMAH SENDIRI Sholihul Mubarok
Sholihul Mubarok
MENGHITUNG RETAK DI DINDING RUMAH SENDIRI
kita ramai-ramai
menggergaji kaki meja sendiri
sambil tertawa mengejek atap
yang mulai keropos.
belajar membenci tembok
lalu jatuh cinta pada badai,
sebab seseorang lewat jendela
menjanjikan taman tanpa pagar.
libya, irak, dan venezuela;
riwayat rumah-rumah
yang merobohkan pintunya sendiri
karena percaya, tamu asing
datang membawa kunci surga.
ternyata, saat dinding runtuh
yang datang bukan cahaya,
melainkan tuan tanah baru
menyewa sisa reruntuhan kita.
kita memang merasa melawan,
tapi mungkin, kita hanya sedang
rajin menabung sunyi
untuk pemakaman kedaulatan
yang besok lusa tak punya alamat
Gresik, 16 Januari 2026