Mencari Indonesiaku, Akhmad Sekhu(057)

Akhmad Sekhu

Mencari Indonesiaku

Di antara berita-berita
Yang buruk dan semakin memperpuruk
Situasi negeri ini, aku mencari Indonesiaku
Yang sejati. Indonesia yang tidak dilucuti
Kehormatan bangsanya oleh negeri tetangga
Indonesia yang tidak disetir kedaulatan
Negaranya oleh kaum kapitalis dan negara adikuasa
Indonesia yang tidak diobok-obok
Keadaan negaranya oleh kepentingan kelompok
Dan segelintir golongan yang semakin memperparah
Keadaan semakin tidak karuan juntrungannya
Jabatan diperebutkan seperti main judi
Tindak korupsi semakin tak terbendung lagi
Aku merasa ini bukan Indonesia
Wakil rakyat semakin jauh dari aspirasi rakyat
Kekacauan politik semakin menjadi-jadi
Aku merasa ini bukan Indonesia
Bom meledak dimana-mana
Aksi para teroris tak habis-habis
Aku merasa ini bukan Indonesia
Aku mencari Indonesiaku, terus-menerus mencari
Di setiap hati nurani yang masih memelihara cinta
Dan kasih sayang, serta selalu mempererat tali persaudaraan kita
Bangunlah, bangsaku, bangun! Tunjukkan wajah Indonesia
Yang sebenarnya, yang gemah ripah loh jinawi
Toto tentrem kerto raharjo. Buktikan bahwa Indonesia
Tetap ramah-tamah dan penuh perdamaian. Wujudkan
Kembali kejayaan nusantara yang dulu pernah kita miliki
Para pemimpinnya tegas, berwibawa, dan mengayomi rakyatnya
Sehingga semua bangsa Indonesia merasakan adil makmur dan sejahtera
Aku masih harus terus mencari Indonesiaku
Mungkinkah hanya ada dalam angan-angan semata
Ataukah hanya khayalan negeri di awan saja?

Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan, 2026

**Akhmad Sekhu **lahir 27 Mei 1971 di desa Jatibogor, Suradadi, Tegal, Jawa Tengah. Tinggal di Jakarta, bekerja sebagai wartawan. Puisi-puisinya masuk sekitar 100 buku antologi komunal (1994-2026). Buku antologi puisi tunggalnya; Penyeberangan ke Masa Depan (Yayasan Sastra Gading, 1997), Cakrawala Menjelang (Yayasan Aksara Indonesia, 2000), Memo Kemanusiaan (Balai Pustaka, 2022), Indonesia Negeri Paling Puitis di Dunia (manuskrip). Catatan tentang kepenyairannya masuk dalam Bibliografi Sastra Indonesia (2000), Leksikon Susastra Indonesia (2001), Buku Pintar Sastra Indonesia (2001), Leksikon Sastra Jakarta (2003), Ensiklopedi Sastra Indonesia (2004), Gerbong Sastrawan Tegal (2010), Apa & Siapa Penyair Indonesia (2017), dan lain-lain. Karya-karyanya sudah banyak dijadikan bahan penelitian dan skripsi tingkat sarjana. Memenangkan Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999) dan Pemenang Favorit Sayembara Mengarang Puisi Teroka-Indonesiana "100 Tahun Chairil Anwar" (2022).