MEMUTIH, Sholihul Mubarok

Sholihul Mubarok

MEMUTIH

Berandai-andai, kalimat telah kau terbangkan di antara helaian mega-mega putih terselip pada legam janggutmu.
Engkau mengira ribuan kalimat telah sampai pada wasiat, padahal mereka perlahan menjelma udara tak terlihat.
Sementara itu, setiap helai mega putih menjadi penentu pada titian hari, dan kau masih sibuk menabuh keluh kasih di atas tanah tak lagi hijau.

Gresik, 4 Oktober 2026