Manusia Tanah, Md. Faruk Hossain
Md. Faruk Hossain
Manusia Tanah
Embun pagi di bulir padi—
diam-diam bertahan.
Warga desa dengan aroma tanah—
melukis mimpi dalam angan.
Kalian di kota, berlumur gemuruh—
mengira diri paling besar.
Pada insan desa yang sederhana—
iri dan hina kalian tabur kasar.
Di jalan lurus mereka jaga kebenaran—
cahaya disimpan di hati.
Bukan tipu daya yang mereka pelajari,
namun kalian sebut mereka “murahan” tak berarti.
Langkah warga desa tak berliku—
tak pandai berkelok-kelok gaya.
Hidup seteguh tanah—
segala pukulan sanggup ditahannya.
Langit terbuka, angin yang lembut—
semua menjadi sahabat setia.
Menembus tirai dusta—
mereka rajut bangunan jiwa yang suci adanya.
Kalian anggap mereka bodoh—
mata tanpa cahaya berseri.
Namun terang batin mereka jauh lebih besar—
di sanalah kemanusiaan sejati.
Di pundak petani dan buruhlah
kalian berdiri tanpa rasa malu.
Mereka yang menumbuhkan nasi dan rezeki—
merekalah manusia tanah itu.
- 05-12-2025*