LELAKI-LELAKI PENCUCI PIRING, AS Darsa

AS Darsa

LELAKI-LELAKI PENCUCI PIRING

sejak seseorang pergi
piring-piring mendadak punya kepala
lelaki-lelaki mencucinya satu per satu
takut ada pikiran yang ikut hanyut
sebuah piring pecah di dalam kepala mereka
seorang lelaki menghitung kepingannya
satu, dua, tiga—
lalu lupa siapa yang terakhir kalinya membisikkan rindu di telinganya
di bak cuci
bulan mengambang di antara busa
sendok berkilau
wajah-wajah perempuan berdesakan di air
dan untuk kali pertama lelaki-lelaki itu menaruh curiga
barangkali kesepian hanya benda
yang terlalu lama dipakai untuk mengaduk kopi
lelaki-lelaki itu terus mencuci
sampai tangan mereka berbau sabun
dan kesepian untuk sementara mereka diamkan
lalu seseorang bertanya:
kalau cinta ikut hanyut bersama air cucian
siapa yang tega menutup salurannya?
mereka tertawa kecil
air mengalir
piring-piring kembali mengilap
bulan masih tersangkut di saringan

*— a.s darsa *