Lelaki di Separuh Jalan, Theo Kiik
Lelaki di Separuh Jalan
Aku seorang lelaki muda
baru menapak perjalanan usia
dengan bekal amal dan cinta
Pada seperempat jalan, aku tersadar jua.
"Cinta hanyalah kata-kata
yang hidup dari luka
semampai mati ditelan dusta."
Sabda cinta
tumbuh di separuh rasa
kini kian hilang makna.
Aku melihat, cinta tak memiliki ruang
sebab orang mengisi hati dengan uang.
Yang miskin dibuang
yang kaya disanjung
Lalu, sejenak aku bertanya,
"Aku di posisi yang mana?"
Pada ku tidak ada harta dan takhta,
apa lagi kuasa.
Barangkali aku kan tinggal di sana,
Sampah ; tempat pemulung memungut.
Memungut untuk menyambung hidup.
Malaka, 20 Oktober 2026