Legenda Surabaya, Denting Kemuning

Denting Kemuning

**Legenda Surabaya **

Perebutan kekuasaan wilayah di perairan dulu pernah ada dalam cerita asal usul nama kota Surabaya.
Dua hewan kuat yang semula bersahabat menjadi musuh karena saling ingin menguasai wilayah.
Sura adalah ikan hiu yang menguasai lautan sedangkan Baya adalah buaya penguasa darat. Karena kerakusan Sura yang melihat seekor kambing lalu dimakanlah mangsa itu.
Lambat laun mangsa Baya berkurang, ketika Sura sedang memakan mangsa terlihat oleh Baya dan ditegurlah Sura oleh Baya.
“Hai Sura kenapa kau memakan mangsaku bukankah ini daerah wilayahku, makanlah mangsamu dari lautan.”
“Baiklah Baya, saya minta maaf. Saya berjanji tidak akan mencari mangsa lagi di daerahmu.
Tetapi tanpa sepengetahuan Baya, Sura diam-diam tetap mencari mangsa di darat, kecurangan Sura akhirnya diketahui oleh Baya.
“Sura kenapa kau melanggar perjanjian yang sudah kita buat, bukankah wilayahmu ada di laut, mengapa kau masih mencari mangsa di darat?”
“Maafkan aku Baya, aku sangat tergoda dengan kambing yang ada di wilayahmu, aku tak kenyang dengan mangsa yang ada di lautan.” kata Sura pada Baya.
“Baiklah Sura kita buat perjanjian sekali lagi, kita beri batas di mana kamu bisa mengambil mangsa di darat,” kata Baya pada Sura.
“Terima kasih Baya, kali ini aku akan mengingat perjanjian ini.”
Tetapi sekali lagi Sura mengingkari perjanjian itu dan Baya sangat marah pada Sura.
“Hai Sura ternyata kamu memang benar-benar ingin mencari musuh, kamu sudah beberapa kali melanggar perjanjian yang sudah kita buat, sekarang maumu apa Sura?”
“Kita berkelahi saja Baya, siapa yang menang akan menguasai semua wilayah lautan dan daratan.” kata Sura pada Baya.
Perkelahian sengit terjadi antara Sura sang Hiu yang rakus penguasa wilayah lautan dengan Baya sang Buaya penguasa wilayah darat.
Perkelahian yang sangat seru dan dahsyat. Mereka saling serang, saling gigit, dan memukul. Banyak luka dan darah pada keduanya. Tanpa istirahat mereka terus berkelahi.
Dalam perkelahian itu Sura menggigit ekor Baya hingga terluka sedangkan Baya menggigit ekor Sura sangat parah hingga berdarah dan Sura kembali ke lautan. Sura pun kalah.
Baya senang karena merasa memenangkan perkelahian itu dengan gigitannya berhasil membelokkan ekor Sura ke arah kiri.
Perkelahian sengit antara Sura dan Baya disaksikan oleh rakyat sekitar. Akhirnya di daerah tersebut di namakan paduan antara Sura dan Baya. Yang akhirnya menjadi Surabaya ibukota Provinsi Jawa Timur.
Surabaya, 5 Januari 2022