LAUT DAN ISTRI NELAYAN, Abi Chairil Anwar

Abi Chairil Anwar

LAUT DAN ISTRI NELAYAN

dini beransur pagi
suasana masih dingin dan sepi
lidah ombak tak terhitung merayap menepi
seperti berbisik kepada angin tentang kabar hari ini
beberapa nelayan membopong perahunya ke bibir pantai
mendayungnya ketengah seraya
menebar jala
setengah lautan hendak mereka jaring
tempat dimana ikan dan satwa laut lain mungkin masih berbaring
ujung-ujung tali jaring ditarik pelan
seirama alun gelombang
dan sampailah ketujuan
ikan, udang, kepiting
kumpul diujung jaring
dikeranjang tengkulak perjalanan berakhir
senyum nelayan itu tertahan
ketika tidak hanya ikan ada disana
sampah plastik mendominasi
laut murung diri, kecewa terhadap tingkah polah manusia yang memperkosa bahari
terbayang lembar-lembar rupiah yang mereka dapat semakin tipis
untuk solar, nasi bungkus, rokok, dan kopi belum dikalkulasi
mereka bagi rizki dan tetap menyukuri
tetapi, bagaimana menghadapi omelan istri kala menyiapkan kuali untuk menanak nasi ?
malang, 6 Agustus '25