KEPADA SIS, A. Zainuddin Kr.
A. Zainuddin Kr.
KEPADA SIS
pada dedaun berselimut embun
lelatri jalan sisa genangan
pempers, pembalut dan bangkai tikus
menyumbat gorong-gorong di ujung gang
terperosok aku keselokan sebasah kenang
saat kau berkabar tentang seekor anak kobra
yang diam-diam nyelinap kedalam kamar
menyusup dibalik lipatan kutang dalam almari pakaian
ya, rupanya adalah pertanda
tanah bumi mendidih
oleh udara dan air terus berseteru
di atas tungku kesumat
tak kunjung padam
adakah kau lihat rinduku sepagi ini, Sis...
terbaring diatas ranjang diantara bangkai mobil
dan limbah-limbah sampah?
cinta berkeping-keping sudah
dilumat angkara, katamu
keserakahan memenjarakan segala
Tapi bukan itu sebabnya aku enggan menentengnya
kemana-mana
apalagi menjadi hidangan di meja-meja perjamuan
semata
disini langit nampak tembaga
aku tenggelamkan saja rinduku diluap bendungan
hanya mengapung
bersayap
seperti kasur yang diseret banjir semalam
ya,karena semesta kehilangan cinta
segalanya akan merana
Sis...
Januari, 2020.