KEMERDEKAAN ADALAH BLA-BLA-BLA (V), Erwan Juhara (064)

Erwan Juhara

**KEMERDEKAAN ADALAH BLA-BLA-BLA( V) **

1
Negeriku Indonesia, konon negeri subur makmur loh jinawi
Hijau menjelma Jamrud di Khatulistiwa planet bumi
Kaya rempah-rempah hingga gunung-gunung emas Indonesia
Demikian J.R. Logan dan Jean Jaques Dozy menamakannya
2
Negeriku agraris di lengkung negeri kritis
Dari rempah-rempah membawa keroncong negeri
Dirajah Portugis menyongsong kelahiran Christiano Ronaldo
sang legenda lapangan hijau di kemudian hari
Dielus Don Juan sang Matador yang menengok Borneo
Dininabobokan Cornelis de Hotmann saat memboyong 35 ton
manuskrip dan artefak negeri sambil mengunyah rempah-rempah negeri
menjadi bukti bendungan negeri Amsterdam atau benteng-benteng Rotterdam
Bahkan lelap dibuai rayuan sebagai Sang Saudara Tua di Asia oleh para Samurai
Hingga wabah Bush, Obama, Trump, Akihito, Jin Ping atas nama jeratan piutang negara sahabat
3
Negeriku Indonesia, negeri heroik dari Rengasdengklok hingga Pengangsaan Timur
Saksi zaman di hari ke tujuh belas bulan ke delapan tahun ke empat puluh lima Masehi
Kain sakral merah putih dan Indonesia Raya milik W.R. Soepratman menggaung
Nusantara berdentang, langit baru nan biru tergambar di setiap perih mata dan hati
Kemanakah darah dan nilai heroisme mereka tersisakan?
4
Negeriku Indonesia, negeri hancur lebur laksana bubur Pasar Ciroyom
Kering kerontang menjelma jerangkong hidup di kuburan planet bumi
Kehilangan pusaka rempah-rempah hingga gunung emas
Demikian lihai Boneka Soros dan Pronx memainkannya
Atas nama donor yang menyedot laksana lintah rawa busuk
5
Negeriku agraris yang perlahan menjadi negeri kapitalis
Menukar rempah-rempah dengan sampah industri
Di mulut manis para Pengijon Barat dan Timur
Jadi dosa para pialang yang mesti ditanggung bangsa
Menyisakan rente tujuh turunan bagi anak cucu
Tanpa wajah tanpa harga diri
6
Negeri heroik kini telah tergadai
Dalam linang air mata para perintis negeri
Dalam ironi kemerdekaan di antara jejeran rakyat jelata
yang masih mengantre Minyak Tanah, Gas, BLT, dan Listrik murah
Negeri yang merapuh kehilangan makna folklor bangsa agraris
Berjalan tertatih, terluka kehilangan jejak dan harapan
tanah air beta bercucuran air mata
7
Indonesia, masihkah Engkau tanah airku, tanah tumpah darahku?
Tempat di sana aku berdiri, menjadi Pandu ibuku?
Di manakah kalimat Indonesia Merdeka itu sekarang?
Adakah masih tertanam dalam darah dan hati bangsa ini?
Ataukah cuma jadi lagu penghibur, sendu, mengalir, dan cengeng
Bahkan fals dan kehilangan makna saat Indonesia Raya digumamkan
Sekadar seremonial dalam upacara-upacara bendera?
Kemerdekaan adalah Bla-bla-bla........
Bandung, 9112425

*Erwan Juhara, lahir di Bandung 5 Januari 1968. Pernah Studi FPBS IKIP Bandung dan Fasa PPS Unpad Bandung. Menyukai dunia membaca dan menulis. Menulis Puisi, Cerpen, Artikel, Esai, Buku, dll. Kini tinggal Bandung.
*