KELIMUTU, Yohan Mataubana (062)
Yohan Mataubana
KELIMUTU
Dingin turun bagai tangan leluhur
mengusap mata yang kelak kau campakkan
ke dalam tubuh Ata Polo.
Tapi Pere Konde memagari dirimu
seperti rumah asing.
Aku orang yang kerap lupa
mendaftarkan paket.
Sebagaimana Abraham mempersembahkan
Ishak di atas Mesbah,
kau campakkan aku ke bibir Tiwu.
Padahal aku masih ingin gawi di Lepebusu,
menghirup bau tubuh Lio.
Bukan karena tanganku memenggal kepala
orang-orang ber-Tuhan,
aku disabdakan jahat.
Pere Konde tak tahu,
tapi akar pohon, kopi, dan ampupu
menyaksikan.
Di pulau hitam ini,
kau sematkan akar kebijaksanaan padaku.
Sebab kelahiranku adalah untuk melaksanakan
perintah Tuhan, bukan tuan penghakiman.
Maka kau namai aku Ata Mbapa.
Seperti Ishak yang tak tahu
cinta dimengerti,
kau baringkan aku
dalam Tiwu Nuwa Muri Koofai.
2025
*Yohan Mataubana, berasal dari Nusa Tenggara Timur. Buku terbarunya "Tanda Kurban yang di Namakan Cinta," (2024)