Karel dan Elegast Terjemahan bebas oleh M. de Krosse Terjemahan bebas dalam bhs Indonesia oleh Rg Bagus Warsono
**Pengantar **
Terjemahan oleh Rg Bagus Warsono
Karel ende Elegast
setiap orang menerima apa yang pantas mereka dapatkan.
Charlemagne (742–814), penguasa Frankia yang terkenal dan dikanonisasi pada tahun 1165, lebih dari tiga ratus tahun setelah kematiannya, dikenal dari banyak kisah abad pertengahan. Meskipun ia selalu memenuhi peran sebagai raja, karakternya digambarkan dengan berbagai cara.
Terkadang Charlemagne muncul sebagai pejuang dan pemimpin yang tegas, terkadang sebagai orang yang ragu-ragu, dan kadang-kadang bahkan sebagai seorang despot yang membiarkan dirinya disesatkan oleh penasihat yang buruk.
Dalam 'Karel ende Elegast', kita melihatnya dalam peran ganda yang luar biasa: raja agung itu memainkan peran sebagai pencuri—atas perintah Tuhan. Tetapi dengan menaati perintah ilahi, Charlemagne diberi kesempatan untuk menguji kesetiaan dua bawahannya. Ia menemukan bahwa Elegast yang diasingkan selalu setia kepadanya dan telah dihukum terlalu berat secara tidak adil, dan bahwa ia salah mempercayai bawahannya yang khianat. Melalui penemuan ini, ia mampu mencegah upaya pembunuhan terhadap dirinya dan memastikan bahwa setiap orang menerima apa yang pantas mereka dapatkan.