HINGAR-BINGAR DI PASAR, Sugeng Joko Utomo (050)

Sugeng Joko Utomo
HINGAR-BINGAR DI PASAR

Di pasar
Hingar-bingar
Dentuman musik menggelegar
Dari audio toko-toko berjajar
Berebut sahut dengan suara pramuniaga
Menjajakan dagangan ke sesiapa
Di sudut pasar
Semakin hingar-bingar
Sekumpulan lelaki sangar
Bertelanjang dada berjoget kasar
Tercium bau alkohol dari mulut mereka
Berserakan botol-botol kosong tak bernama
Di lorong pasar
Menembus hingar-bingar
Bergerombol saat bolos meninggalkan pelajaran
Menyelinap di belakang kios penjual makanan
Untuk memasang taruhan
Pada judi dadu terselubung permainan
Di pintu gerbang pasar
Musiknya masih menggelegar
Sebaris pasukan berseragam
Mulai mengutip uang
Pada para pedagang
Untuk iuran keamanan, katanya
Agar barang dagangan tak dijarah, dalihnya
Hasilnya entah di setor ke kas negara
Atau masuk kantong sendiri untuk berfoya-foya
Di pasar
Hingar-bingar
Musik cadas simbol perlawanan
Mewabah di era tahun delapan puluhan
Keluar dari pasar
Menjauhi hingar-bingar
Untuk pulang kembali
Ke kamar kos-kosan yang sepi
Telinga terasa lega
Lepas dari gemuruh liar suara sumpeknya pasar kota

(mengenang jaman kuliah tahun 1983)
Tasikmalaya, 19 Oktober 2025