HILANGNYA NYANYIAN ANAK GEMBALA, Silivester Kiik (007)

HILANGNYA NYANYIAN ANAK GEMBALA
Oleh: Silivester Kiik

Pada lengan lembah yang sunyi
kau tak ingin menjadi pokok-pokok cermai
bergoyang dihantam bayu semilir
gugurlah dedaunan
tiupan demi tiupan.
Bukit di waktu subuh
nyanyianmu bagai lonceng kapel
memanggil setangkup puisi
untuk sarapan pagi.
Sekali waktu di padang ilalang
kau membangun rumah dari setiap belukar
meski hanya sesaat
sebelum senja memulangkan tubuhnya
kau menangis dalam kedamaian
sebagai bahasa paling sederhana.
Pulanglah kau
pada setiap kisah raung sapi-sapimu
dan bermazmurlah tentang perjalanan
yang menjadi kenangan
tanpa luka yang menggarami keabadian cinta
pada suatu waktu.
Pulanglah kau
seikhlas memar tubuhmu
sambil meracik kata
yang terserak di setiap telaga
ditemani bayangmu
dari mata kaki sampai ujung hatimu.

Pulanglah kau
dalam muasal ibu puisi
ketika kau tak berdarah lagi
sambutlah dalam tanah kosongmu.
Atambua, 14 September 2025

*Silivester Kiik, adalah seorang guru, penulis, Founder Sahabat Pena Likurai, Komunitas Pensil, Pengurus FTBM Kabupaten Belu, anggota aktif FTBM Propinsi NTT dan penggiat literasi perbatasan. Karyanya antara lain buku antologi puisi dan buku pendidikan: “Amor (2020); DEBU dan Sebuah Pesan yang Belum Sempat Terbaca Oleh Rembulan (2020); Menabur Matahari (2020); Inovasi Pembelajaran Geografi Zaman Now (Suatu Penerapan dalam Model Pembelajaran Outdoor Study, Gaya Belajar, dan Kemampuan Berpikir Spasial Siswa) (2020); Gadis-Gadis Sutra yang Membawa Selendang Melarikan Diri Mencari Kesunyian (2022)” dan beberapa buku lainnya dalam proses penerbitan.
Puisi lainnya mengisi buku antologi bersama nasional dan regional diantaranya: “Sepotong Hati yang Terluka (2018); Tetes Embun Masa Lalu (2018); Seutas Memori dalam Aksara (2018); Warna-Warni Aksara (Jilid II) (2018); Laki- Laki Perkasa yang Tak Pernah Menangis (2018); Diam yang Bersuara (2018); Prelude (2019); Romantisme Perahu Kertas (2019); Montase Kenangan (2019); Berapi (2019), Pucuk- Pucuk Harapan (2019); Bercengkerama di Musim Rindu (2019); Topeng Jiwa (2019); Sepasang Tangan yang Terpasung (2019); Sajak-Sajak Penaku dan yang Bersemayam dalam Diri (2019); Segelintir Kesucian (2019); Selamat Datang Mas Nadiem: (Gagasan Literasi Maju untuk Menteri Baru) (2019); Menyalibkan Cemburu (2020); Hidup Itu Puisi dan Sajak- Sajak yang Terlempar di Tengah Kampung (2020); Rumah Sebuah Buku (2020); Seribu Suara Warna-Puisi Pendidikan dan Literasi Media Guru-Gurusiana (2020); Corona- Penyair Indonesia Mencatat Peristiwa Negeri-Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia VIII (2020); Tadarus Puisi IV-Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia (2020); Sampah-Puisi Penyair Indonesia (2020); Seruling Sunyi untuk Mama Bumi (2020); Gembok-Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia IX-Penyair Indonesia (2021); Asu-Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia 2021-Penyair Indonesia (2021); Prasasti Antologi Untaian Sastrawan Dalam Cerita Khasanah Daerah Pelangi Nusantara Cahaya Khatulistiwa Amanat Sastratama Pujangga Modern Republik Indonesian-Leksikon Abadi 2022 Emas-Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia Jilid X 2022 (2022); Guru Undercover (Guru Biasa dengan Kisah-Kisah Istimewa)-Peserta Program Guru Inspirator (2023); Senandung Merdeka Sang Pendidik Bangsa-1000 Guru Pemenang (2023); Melepaskanmu di Pelukan Semesta (2024); Layang-Layang Tak Memilih Tangan (2025) dan lainnya.
Karya-karya berupa opini, jurnal ilmiah, puisi, artikel, dan lainnya juga hadir melalui media cetak maupun online. Pada tahun 2020 terpilih dalam kegiatan Magang Pegiat Literasi Nasional yang diselenggarakan oleh Kemendikbud. Tahun 2023 terpilih dalam Peserta Program Guru Inspirator Tingkat Nasional dari berbagai propinsi. Tahun 2025 terpilih dalam Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIII dari Indonesia dan Negara lain (Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Singapura, Filipina, dan Timor Leste) dengan judul buku “Layang-Layang Tak Memilih Tangan”.
*