Hikayat Telaga Warna di Dataran Tinggi Dieng, Nurhayati

56.Nurhayati**
**
Hikayat Telaga Warna di Dataran Tinggi Dieng

Syahdan ....
Di dataran tinggi nan indah
Sebuah istana nampak berdiri megah
Bercahaya ditempa sinar mentari
Tersembul diantara awan putih berarak
Bagaikan sebuah negeri di atas awan
Dalam istana berdiam raja dan permaisuri nan bijak bestari
Memimpin negeri makmur loh jinawi
Raja alim memiliki seorang putri
kesayangan hati
Tumpuan cinta permaisuri
Kekasih seluruh negeri hingga rakyat sanggup mati demi melindungi
Putri Gilang rukmana begitulah nama elok tersemat padanya
Putri rupawan berlimpah perhatian
Hingga besar kepala juga jumawa
Serakah pemarah watak tak seelok parasnya
Tiba saat putri jelita menginjak usia matang Perempuan dewasa tujuh belas bilangan tahun menjadi bunga cinta keluarga
Permintaan di haturkan pada raja juga ratu
Keinginan yang begitu kuat membuahkan sepakat
Seuntai kalung bertahta permata aneka warna
Penuh harap putri kan bahagia
Memutik suka mekar sempurna
Raja dan Ratu bergegas membingkiskan cinta
Sesuai pinta
Di hias doa paling mantra pada Sanghyang Wenang
Pinta terindah Bapa biyung merangkai seluruh elok dunia tersemat di kehidupan putrinda
Bingkisan cinta kalung permata, tak sanggup menyenangkan nafsu dunia sang putri
Hingga angkara membutakan nalar cinta
Mengasahnya setajam belati, menusuk pedih kalbu bapa biyung
Dibuangnya kalung permata tanpa pertimbangan rasa
Nafsu putri menjadi hitam kelam
Mendatangkan kesedihan seantero negeri
Hujan tangis tiada henti
Raja dan ratu juga rakyat pemilik kasih sejati
Alam murka mendapati putri hilang budi pekerti
Ratapan kesedihan tiada henti
Bumi tak kuasa menampung luapan air mata ikut berduka
Inti bumi deras menyemburkan tirta
Tepat dimana kalung permata putri gilang rukmini kandas terhempas nafsu semata
Mata air enggan sudahi
Air matapun terus menderas
Negeri tenggelam tak bersisa
Menjadi hamparan air dimana-mana
Sebuah danau tercipta karenanya
keajaiban terlukis pada permukaan danau
Warna air indah berkilau
Aneka warna serupa pelangi
Bak permata dari kalung sang putri Gilang Rukmini
Hingga membuat takjub siapapun memandangnya
Dan di masa kini
Untaian permata kalung putri Gilang Rukmini
Setia mewarnai air telaga
Bekasi, 11.01.2022**
**