Gunung Pucangan , Pertapaan Keramat Raja Airlangga dan Dewi Kilisuci, Mohammad Saroni

Mohammad Saroni

Gunung Pucangan , Pertapaan Keramat Raja Airlangga dan Dewi Kilisuci

Situs Pucangan, Kecamatan Ngusikan
Airlangga menjadikannya pertapaan
Dewi Kilisuci puteri mahkota
Tak mau menjadi ratu singgasana
Menjadi biksuni panggilan jiwa
Tinggalkan istana berkelana entah kemana

Gunung Pucangan tempat pelarian,
Raja Airlangga dari musuh – musuhnya,
Setelah peristiwa mahapralaya
Sendang Made menjadi tempat tinggalnya
Bersama abdi setianya Mpu Narotama
Sementara Ken Bayan harus membentuk pasukan baru

Petunjuk bisikan gaib datang ke kalbu Airlangga,
ke tempat suci di Gunung Pucangan,
tinggalkan duniawi di pegunungan Kendeng inilah,
sang raja membersihkan jiwa dan raga
tempat pamoksan Putri Mahkota, seperti sudah dicatat
dalam prasasti berisi silsilah raja-raja Medang Wangsa Isyana

tetapi sayang, Gunung Pucangan hanyalah tempat kecil dan terkucil
tidak banyak orang yang mengenalnya,
walau sudah menjadi daerah wisata religi,
dan malam jumat legi menjadi pilihan khalayak
datang berziarah memanjatkan doa

tersebut juga Maling Cluring dan Maling Adiguna,
dengan ilmunya yang dapat melebur pada sorot lentera,
selama ada sorot lentera, mereka dapat masuk ke semua ruangan
mengambil harta para konglomerat Belanda lantas dibagi – bagi ke masyarakat
Belanda sangat geram tetapi apa daya, ilmu Rawa Rontek tak terkalahkan
kedua maling tidak dapat ditangkap

Situs Pucangan, tetap ada, walaupun tinggal puing – puing bata kuno,
Tetapi ini petilasan tidak akan hilang, tetap hidup di jiwa masyarakat,
Sebab di dalam darah mereka mengalir pengabdian pada baginda raja,
Menjaganya adalah wujud kecintaan yang tidak lekang oleh jaman

Situs Pucangan, bukti kecintaan raja pada rakyatnya, kecintaan rakyat pada rajanya,
Gembongan, 28 November 2021