EPITAF DEMOKRASI, AULIA ROBANI (042)

AULIA ROBANI

EPITAF DEMOKRASI

Kita tegak di tanah yang tak pernah tidur,
merawat luka di balik sumpah luhur.
Katanya vox populi adalah sabda suci,
namun mengapa berakhir di balik jeruji?
Keadilan tak lagi sudi ditimbang,
ia habis diecer di atas meja lelang.
Suara jelata diringkas menjadi angka,
demi menyangga megahnya singgasana.
Kita merdeka, namun di dalam sangkar,
memelihara ilusi yang telanjur mengakar.
Ini bukan pekik histeria,
sebab diam saat ditindas adalah bencana;
sebuah khianat pada darah sang pralaya.

Cianjur, 10 Agustus 2026

Aulia Robani, *mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di salah satu perguruan tinggi di Cianjur. Ia menaruh minat pada dunia kepenulisan, khususnya puisi dan sastra yang mengolah bahasa menjadi ruang untuk merekam kegelisahan, manusia, dan kehidupan.
*