DI EMPERAN KDMP Pensil Kajoe
Pensil Kajoe
DI EMPERAN KDMP
Bau cat baru masih menyengat
dari tembok bercat putih dan folding gates warna merah
suci dan berani, semoga
tembok-tembok yang berdiri tergesa
merebak bagaikan jamur tumbuh di sela-sela rerumputan dan bukit-bukit
menjadi prestise bombaztis
aku berdecak sambil manggut-manggut, hebat ya?
aku bisa berteduh dari terik negeri
sambil meneguk sisa air di botol yang tinggal setengah
pukul duabelas siang, aku tengah mencari jawaban
bilakah pintu merah terbuka, lalu
isinya apa?
ketika pintu merah terbuka
ada hasil bumi rakyat ada di sana
beras dari sawah pak Karto, sayur dari kebun bu Minah
ada kerajinan tangan tetangga dipajang di etalase
anyaman bambu, batik cap, kopi robusta kampung
dan ada wajah negeri yang menyapa santun
"silakan masuk, ini koperasi kita bersama"
namun, hanya rak-rak berderet
dengan barang-barang sama seperti toko sebelah
minyak merek itu, mie merek itu, gula merek itu
harga sama, untungnya lari entah kemana
tidak ada beras pak Karto
tidak ada kopi bu Minah
yang ada hanya spanduk besar: "KEMANDIRIAN DESA"
digantung miring di atas kursi kosong pengurus
aku meletakkan botol kosong di samping tas
terik masih sama
folding gates merah itu
kini hanya jadi latar foto
dan aku masih di sini
di emperan KDMP
menunggu pintu yang benar-benar terbuka
untuk rakyatnya.
*13072026 *