Denting Kemuning

Denting Kemuning adalah nama pena dari Kanti Prawindasih seorang perajut, MC juga ibu rumah tangga dengan 2 putra dan satu putri. Lahir di Surabaya pada 10 April 1971 dan sekarang tinggal di kota pahlawan Surabaya, Jawa Timur. Kesukaannya terhadap dunia menulis sejak SMA dan terlibat dalam komunitas-komunitas di Facebook.
Kumpulan karyanya ada di buku antologi bersama antara lain:
Puisi 2 koma 7 (2013), Kitab Karmina (2015), Antologi Parikan (2022), Puisi Pesisir (2022), Suara Penyair Mencatat Ingatan (2022), Kartini Dalam Puisi (2022), Upacara Tanah Puisi (2022), Antologi Jakarta dan Betawi (2021), Lumbung puisi jilid X (2022), Tadarus Puisi VI (2022), Internasional anthology global writers My Mother Tongue in Poetry (2022), Antologi Fotopoema Indonesia Pertama (2022), Kelindan Diksi Teras Puisi (2020), Antologi Alam Sejati (2022), Puisi mengenang Eril (2022), 77 Penyair Membaca Pahlawan (2022), Lumbung Puisi jilid IV Margasatwa Indonesia (2016), Puisi Sampah (2020), Antologi Puisi T (2021), Antologi Puisi Dua Larik Kata Kita (2020), Antologi Mengenang R. Giryadi (2019), Jendela Pekalongan (2018), Pujangga Facebook Indonesia (2022), Obituari Mengenang Yoevita SoekotjoSoekotjo (2021), Antologi Jalan Pulang (2021), Percakapan Ujung Tahun (2021), Biografi Tepung (2021), Perahu Perak Kado Perkawinan (2021), Memo Antikekerasan Terhadap Anak (2016), Memo Anti Terorisme (2016), Memo Untuk Wakil Rakyat (2015), Puisi Menolak Korupsi 6 (2017) dan 8 (2021), Kumpulan Puisi Satu Abad Chairil Anwar Ini Kali Tidak Ada yang Mencari Cinta (2022), Antologi 100 Puisi Terbaik Lomba Cipta 100 Tahun Chairil Anwar (2023), Puisi Minyak goreng, Puisi Parepare Kota Cinta (2022), Antologi Syekh Muhammad Arsyad Al-BanjariAl-Banjari (2023).
Pada tahun 2023 menerima Sastratama dari Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
Dan baru menerbitkan satu buku antologi tunggal yang berjudul TREMBESI DI SUDUT KOTA