Dalam Kemarau, Sari Banowati (005)
Sari Banowati
Dalam kemarau
Berderak patah retak
Reranting kering
Jatuh berdenting ke bumi
Menyusul daun daun gugur tak berhuma
Sejumput awan hitam menangis pilu
Sembunyi di balik terik hari
Hujan belum saatnya turun ke bumi
Bukan kemarau panjang yang ku tangisi
Sungai masih mengalirkan airnya pada muara kearifan
Bening berkilau di batu batu mengabarkan sunyi
Burung Pipit masih menabung padi di sarang di pohon tinggi sembunyi seakan menjaga pohon agar tidak ditumbangkan
Bukan kemarau panjang yang ku tangisi
Tetapi tanah leluhur yang diukur ukur
Untuk lahan pabrik dan lahan pemukiman
Untuk kemajuan bangsa
Untuk perubahan zaman
Untuk kesejahteraan
Slogan itu seakan dipajangkan di tiang tinggi
Mendesak akar kehidupan untuk sebuah pondasi
Tak lagi menumbuhkan tunas bernas menyimpan embun
Anak anak tak lagi bermain layangan di tegalan
Tak lagi menendang bola dalam hujan
Milik siapakah tanah air bunda?
Tanya seorang anak mengguncang dada
Cikampek, 3 September 2026