Cendik Cendik Suluh Gulita, Imansyah Firman (003)

Imansyah Firman

Cendik Cendik Suluh Gulita

Mengadu logika merunut huruf dan angka,..
Meredam rasa rasa menggenggam asa asa,..
Gelap gelap berpendar tunas tunas bertumbuh,..
Bermekaran memberi titik titik warna disavana kalbu,..

Dahaga tetes tetes ilmu merasuk jiwa,.
Larut dalam darah menguatkan raga,..
Mengetuk lembut pintu pintu makna,..
Membuka lebar jendela dunia,..

Menarilah bagai tak bertepi,..
Berlarilah ketitik halaman,..
Bertebarlah keujung kelana..
Merengkuh mimpi mengejar cita cita,..

Bersama lantunan doa dan harapan,..
Suluh gulita mengantar benderang,.
Melangkah menuju adab hati yang mulia,..
Menggapai masa depan yang cerah,..

Imansyah Firman

** Selayang pandang**

Puisi menjadi salah satu seni yang sudah sangat melekat di diri Iman. Sejak kecil suka membaca berbagai puisi, dan menulis puisi. Bahkan saat itu, sudah mengikuti berbagai lomba cipta puisi, baca puisi, musikalisasi puisi.
Hingga pada saat ini dirinya terpanggil untuk menyapa kembali hobi lama nya yang selama ini ditinggalkanya. Disela sela kesibukanya, Iman menuangkan kisah kisah kehidupan yang unik dan menarik kedalam karya karya puisi bergaya kontemporer yang bertajuk Sajak Urban Culture, puisi adalah doa, doa adalah senjata.

Imansyah Firman, lahir Cirebon, 5 Juli 1986, penyair ini tinggal di Gg. Saodah 4 No 156 RT 01 RW 07 Kel. Jatihandap Kec. Mandalajati Kota Bandung