010. Batu Kubur, Nanang Ribut Supriyatin

Nanang Ribut Supriyatin

Batu Kubur

Batu kubur itu melambaikan tangannya
Setelah seribu pelayat meninggalkan makam
Meninggalkan duka cita yang dalam

Warna kelam pun tergores di cakrawala

Timggalah sekawanan burung terbang
Melayang, menjemput petang dating
Saat suara tembakan dibunyikan.
1984

Batu Kubur

Batu kubur yang menghias dinding rumah itu
Menggambarkan tentang arca di puncak gunung
Kau yang termenung di benada halaman rumah
Takjub melihatnya

“biarkan matahari telanjang dan membakar
Tubuhnya!” kata baying. Aku tehenyak.
1985


Nanang Ribut Supriyatin, *adalah sastrawan Indonesia lahir di Jakarta, 6 Agustus 1962, penyair ini tingal di Jakarta karyanya berjudul Suara-suara Sehimpun Sajak tahun 1982-1985 dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia *