BATANG BATANG PINANG USANG Heru Patria (020)
Heru Patria
BATANG BATANG PINANG USANG
kemerdekaan sejati letaknya di dalam hati
bukan pada kibar bendera di puncak tiang tertinggi
kemakmuran telah raib dari negeri ini
keadilan cuma sebatas mimpi
teronggok di kantong kantong baju safari
menggantung di ujung dasi
tikus tikus oligarkhi
batang batang pinang telah lapuk
di antara aneka barang tambang yang rakus dikeruk
di dalam hutan yang digunduli secara maruk
oleh badut badut serakah bertubuh gemuk
menguras kekayaan negara dari kursi empuk
saat sidang mata mengantuk
kebanyakan timbun harta hingga menumpuk
batang batang pinang telah usang
terhempas dalam kas negara tanpa uang
negeri kaya sumber daya alam tapi terjerat hutang
sebab kepentingan rakyat tak dibuang
jelata tercekik pajak tak dipandang
kebijakan dibuat hanya untuk segelintir orang
kroni para pecundang
batang batang pinang menjadi saksi
ketika pemilu hanya sebatas parodi berbagi kursi
politik hanya sederet omong kosong yang dilegalkan atas nama demokrasi
pemerintah jadi tukang palak kejar pajak tinggi
persetan orang susah karena birokrasi
yang penting pejabat senang berkolusi
kelak jika batang batang pinang telah bertunas
rakyat akan serentak mengambil langkah tegas
menggugat pemerintah yang menjadi pemeras
hingga anggaran habis terkuras
untuk laksanakan program yang tak jelas
ladang koruptor paling culas
nanti jika batang batang pinang bersemi kembali
rakyat sebagai pemilik syah negeri ini
akan menuntut haknya sesuai konstitusi
bahwa tugas pokok negara membuat hidup damai
bukan membuat rakyat sebagai
tikus yang pantas mati di lumbung padi
suara rakyat adalah suara tuhan
penentu arah kebijakan yang harus dijalankan
selurus batang batang pinang
yang dibuat licin oleh segelintir orang
bertopeng malaikat berhati setan
tunggu saja saatnya
batang batang pinang bakal menyumpal mulut durjana
Blitar, 7 Agustus 2026
Heru Patria adalah novelis asal Blitar yang juga gemar menulis cerpen dan puisi. Karya cerpen dan puisinya sudah dimuat diberbagai media cetak maupun online. Adapun buku puisinya yang sudah terbit adalah : Berita dari Kolong Tol (2017), Senyawa Kopi Sekeping Hati (2022), Orasi Anak Negeri (2023), Rhapsodi Dua Hati (2024). Selain itu ia juga menulis puisi dan cerpen berbahasa Jawa dan meraih Anugerah Sutasoma pada tahun 2024.