BALADA SEORANG ANAK HARAM Puisi A Slamet Widodo

BALADA SEORANG ANAK HARAM
Puisi A Slamet Widodo

aku lahir tak dikehendaki
umurku sekarang 2 tahun
bapakku monster berwajah imut
ngakunya seorang ustad
nyatanya seorang bejad
pesantrenya jadi tempat maksiat
ibuku wanita lugu tak berdosa
kelas enam SD masih perawan kencur
hidupnya dibikin hancur
kerna miskin turun temurun
kerna tergiur sekolah gratis
Ibuku tak melawan diembat ustad
kerna ditakuti ayat ayat
kerna ditakuti akan kuwalat
kerna ditakuti dikeluarkan dari sekolah
dan semua itu terjadilah
jadilah aku anak haram
ada sembilan bayi disini
nasipnya seperti saya!
sekarang aku ada di Garut
bersama nenek dan ibu disebuah desa
dipulangkan begitu saja dari asrama
nenek dan ibu berpelukan
nenek dan ibu bertangisan
dua wanita perkasa yang mencintai saya
berjanji akan memelihara saya
dalam kekurangan yang nyata
aku dengar nenekku bilang
“ cucuku …nenek tetap mencintaimu
dan berjanji akan mengurusmu
dirumah sederhana ini
beratap rumbia ,berdinding gedek
dan berlantai tanah
rumah ini dibangun almarhum kakek
tak ada perabotan berarti
tapi disini lebih damai
disini kita akan hidup prihatin
semoga saya kuat dan semangat
mengurus kamu dan ibumu
dengan mengolah tanah
semoga Gusti paring berkah” !
oh nasip sial yang celaka
oh takdir yg tak bisa diterka
oh garis hidup tak bisa diduga
siapa mau jadi anak seperti saya
kerna tak ada perkawinan resmi
maka tak punya akte kelahiran
maka tak punya kartu penduduk
maka tak punya kartu BPJS
maka tak punya hak warga negara
punya ibu belum dewasa
punya bapak biadap luar biasa
ketika teman tahu bapakku pemerkosa
jelas aku akan habis dibuli
ketika calonku tahu aku anak pemerkosa
jelas dia akan menolak
Tuhan ……yang pasti saya
bakal hidup sengsara
apa ada cara merubah takdir saya
Tuhan …. kenapa ini terjadi pada saya !
Jakarta,19 Desember 2021