Asal Usul Kaligesing, Barokah Nawawi

Barokah Nawawi

**Asal Usul Kaligesing **

Putri Talakbroto
Gadis bangsawan berambut panjang yang sangat cantik
Sedemikian panjang rambutnya hingga berjuntai
Hingga setiap kali pergi harus ada pengawal yang memegangi rambutnya.
Putri Talakbroto, putri yang sederhana
Hidupnya kini tak lagi di istana
Ayahanda Senopati Brojosingo telah kalah perang melawan Minakjinggo
Jiwa kesatria nya tak mengizinkan dirinya untuk kembali ke istana
Dan memilih mengembara bersama keluarga.
Sampai akhirnya tiba di pegunungan Menoreh
Di sini Raden Brojosingo terpesona akan alamnya yang hijau dan menyejukkan pandang
Di sini Sang Senopati berhenti dan beralih profesi menjadi petani.
Putri Talakbroto mulai beranjak dewasa
Rambut panjangnya semakin panjang dan kemilau
Wajahnya semakin cantik mempesona
Pribadinya yang juga cantik membuatnya dicintai para gadis temannya
Bergembira mereka bersama
Menari dan bernyanyi bersama burung dan kupu-kupu
Hingga senja tiba dan pulang dengan suka cita.
Hingga pada suatu hari
Putri Talakbroto mandi bersama para gadis di sungai kesayangan
Rambutnya yang begitu panjang mengambang di atas sungai serupa jala
Hingga ikan-ikan banyak yang terjaring di dalamnya
Alangkah gembiranya mereka
Sang Putri pulang membawa ikan yang sangat banyak.
Namun apa hendak dikata
Raden Caranggesing sang kakak tercinta tidak percaya
Bahkan menuduh Sang Putri telah berbuat zina dengan pencari ikan di sungai.
Putri Talakbroto yang merasa terhina
Seketika menarik keris kakaknya dan memotong rambutnya
Dan kemudian menghunjam kan keris itu ke dadanya sendiri
Seketika bau harum menebar dari tubuhnya
Sebagai pertanda bahwa Sang Putri masih suci.
Raden Caranggesing pingsan seketika.
Terdengar lantang suara Sang Putri dari angkasa
Sikap kakanda tak pantas dilakukan oleh kesatria, menuduh tanpa bukti yang nyata.
Sejak saat ini tak ada gadis di daerah ini yang dapat memanjangkan rambutnya, terlebih keturunan dari Raden Brojosingo.
Raden Caranggesing hanya bisa menangis
Raden Brojosingo bahkan tak mampu menangis lagi
Hatinya hancur lebur lantaran putri semata wayangnya telah pergi jauh yang tak bisa lagi kembali.
Ujarnya terbata
Kunamakan daerah di sekitar sungai tempat mandi Talakbroto menjadi Kaligesing karena dari sungai itulah penyebab Caranggesing dan adiknya bersengketa hingga salah satunya menjadi korban.
Purworejo, Januari 2022.
Catatan : Sekarang menjadi nama kecamatan di Kabupaten Purworejo.