AMPLOP TEBAL TERIKAT DI PUNCAKNYA ERYANTHO KAMIS (049)

ERYANTHO KAMIS

AMPLOP TEBAL TERIKAT DI PUNCAKNYA

Menjelang sore
Di sebuah kampung sunyi
Bocah - bocah berlarian mengejar angin
Memainkan layangan plastik
Sambil berteriak merdeka
Merdeka
Merdeka
"Dia tak mengerti, nyawa dan harta rakyat dipertaruhkan
meraihnya,"
Sebuah pohon pinang
Berdiri sejak kemarin siang
Bendera berkibar di pucuknya
Berbagai hadiah gantung diri disana
Sepeda ada, tetapi amplop tebal terikat dekat bendera
"Buat peserta makin semangat 45," kata pa RT
Tetapi ketika amplop tebal di selipkan di balik meja
Urusan sulit menjadi lancar jaya
Rakyat kecil pernah merasakannya
Bagi mereka terasa biasa
Bagi rakyat itu keringat dan air mata
"Semangatnya itu dimana ?"
Di atas sana
Amplop seolah mengejek
Ratusan orang yang berteriak, tertawa bahagia
Menyaksikan celana pendaki melorot
Badan penuh oli mati
Berebut dirinya
Padahal itu hasil urunan warga
Diambil dari uang simpanan anak bayar sekolah
Uang keringat bapak dari menjual singkong
Bocah - bocah sudah lama lelah
Akhirnya duduk di bawah rindang pohon
Kehausan dan keringatan
Layangannya sobek
Teriakan merdeka
Sudah terlupa

Bekasi, 11/08/26

**ERYANTHO KAMIS **- *Lahir di Kalimantan Tengah. Selain menulis puisi, dia juga terjun keduian jurnalistik. Hingga sekarang masih sebagai anggota PWI seumur hidup. Beberapa karyanya ikut mewarnai antologi puisi penyair Indonesia yang di gagas komunitas yang ada di FB. Menerbitkan buku manuskrip puisi Kalender di Dinding Warung (2020) dan Lelaki Setengah Malam (2026). Sekarang waktunya ada di Bekasi. Terkadang di Palangkaraya dan Kuala Kapuas.