AKU MENJADI PENYAIR, Sugeng Joko Utomo

No. 035
Sugeng Joko Utomo

AKU MENJADI PENYAIR

Sungguh dari kecil aku bercita-cita ingin menjadi dokter, sekali waktu ingin jadi tentara, pernah juga ingin menjadi pilot. Yaa, keinginan anak kecil yang sepertinya wajar-wajar saja.
Setelah tamat SMP malah salah mendaftar sekolah, bukannya ke SMA tapi ke SPG lanjut ke IKIP. Akhirnya jadilah seorang Guru.
Sejak SMP memang suka menulis puisi dan cerpen. Sekedar hobi. Dan keterusan sampai sekarang, sampai rambut beruban.
Lha mau bercita-cita apalagi coba?
Mau jadi Diplomat harus pandai bersilat lidah.
Mau jadi Pengusaha tentunya harus memiliki banyak modal dan jiwa bisnis.
Mau jadi Anggota Legislatif harus berani bagi-bagi amplop yang tentunya tidak sedikit.
Mau jadi Koruptor harus menjadi pejabat dan bermental rakus tak punya malu.
Nah, bisanya hanya menulis, itu pun nulis sebisanya. Akhirnya jadilah penyair, penyair yang asal jadi. Maunya bersyair, menulis syair semaunya.
Ini sebuah cita-cita yang tidak terencana, mengalir begitu saja, atau barangkali karena kepepet, ya? Atau tidak berdaya untuk menjadi yang lain. Bisa jadi begitu!
Dan aku bangga menjadi penyair, walaupun syairnya belum bisa dibanggakan.
Cita-cita tersesat menjadi penyair, iya, penyair yang tersesat.
Ah, sudahlah, ga lucu juga.