AKU HADIR, Abidah El Khaeliqy

Abidah El Khaeliqy

AKU HADIR

Aku perempuan yang menyeberangi zaman
Membara tanganku menggenggam pusaka, suara diam
Menyaksikan pertempuran memperanakkan tahta
Raja-raja memecah wajah, silsilah kekuasaan
Aku perempuan yang merakit titian
Menabur lahar berapi di bukit sunyi
Membentangkan impian di ladang-ladang mati
Music gelisah dari kerak bumi
Aku perempuan yang hadir dan mengalir
Membawa kemudi
Panji matahari
Aku perempuan yang kembali
Dan berkemas pergi

Ibuku Laut Berkobar (1997)

Abidah El Khaeliqy Abidah El Khalieqy (Ida Bani Kadir) dilahirkan pada tanggal 1 Maret 1965 di Jombang, Jawa Timur. Ia lulusan Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Puisi dan cerpennya dimuat dalam buku antologi Sangkakala (1988), Upacara Penyair (1989), Kafilah Angin (1990), Hijrah (1990), Kadar (1991), Sembilu (1991), Ambang (1992), Pagelaran (1993), Guru Tarno (1994), Oase (1996), Negeri Bayang-Bayang (1996), Begini-Begini dan Begitu (1997), dan Angkatan 2000 (2001). Sejumlah puisi dan cerita pendeknya diterbitkan dalam satu buku berjudul Ibuku Laut Berkobar (1997), Antologi Puisi Wanita Penyair Indonesia (ed.Korrie Layun Rampan, 1997), Angkatan 2000 dalam Sastra Indonesia (ed. Korrie Layun Rampan, 2001), dan Horison Sastra: Kitab Puisi (ed. Taufik Ismail, 2002). Tahun 1994, ia diundang Dewan Kesenian Jakarta untuk membacakan puisinya di Taman Ismail Marzuki (TIM). Tahun 1995, ia mewakili Indonesia dalam Asean Writer’s Comference/Work Shop Poetry di Manila, Philipina. Sejumlah puisinya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh penyair Australia, Geoff Fox, dan dibacakan di Brisbane (Queesland, 16 dan 25 Oktober 1997) (Biografi, 1997). Abidah tidak hanya dikenal sebagai penyair tapi juga novelis. Novelnya berjudul Perempuan Berkalung Sorban (2007) diangkat menjadi sebuah film dan Mahabah Rindu (2009) mendapat Hadiah Sastra sebagai novel terbaik dari Balai Bahasa Yogyakarta. Sajak-sajaknya yang dimuat dalam Ibuku Laut Berkobar (1997) berjudul “Sorga”, “Orang Cahaya”, “Aku Hadir” .