Ahli Waris, Budi Waluyo (061)
Budi Waluyo
Ahli Waris
Kita lahir dari sunyi,
dan kelak akan kembali pada sunyi yang sama—
di antara dua keheningan itu,
ada waktu yang menuntut tanda tangan kita
pada lembaran kehidupan.
Kita adalah ahli waris dari kata-kata yang tak pernah selesai,
dari doa yang dibisikkan di sela kesabaran,
dari luka yang diwariskan dengan lembut
oleh tangan-tangan yang mencangkul tanah dan harapan.
Warisan itu bukan emas,
bukan rumah, bukan sawah, bukan benda—
melainkan keberanian untuk tetap berjalan
ketika jalan itu tak lagi jelas arahnya,
melainkan kesetiaan pada nurani
saat suara dunia memekakkan telinga.
Kita mewarisi mata yang tahu menangis tanpa disaksikan siapa pun,
mewarisi bibir yang belajar tersenyum di tengah getir,
dan dada yang luas menampung kecewa,
tanpa dendam tumbuh di dalamnya.
Ah, betapa berat warisan itu—
bukan untuk dibanggakan,
melainkan untuk dijaga agar tak hancur oleh ego,
agar tak dicuri oleh keserakahan yang meniru cinta.
Kita adalah ahli waris dari kebenaran yang samar,
dari sejarah yang ditulis dengan darah dan dihapus dengan tinta,
dari mimpi-mimpi yang separuhnya tertidur dalam nisan.
Dan kini, di hadapan waktu yang renta,
kita diminta bersaksi:
apakah yang akan kita wariskan esok hari?
Apakah keberanian untuk memaafkan,
atau kerakusan yang dibungkus nama baik?
Apakah kebijaksanaan yang lahir dari sepi,
atau kesombongan yang tumbuh dari pujian?
Ahli waris sejati tahu,
bahwa hidup bukan miliknya—
ia hanya menjaga api kecil di dalam dada,
agar tak padam oleh angin zaman,
dan meneruskannya pelan,
kepada siapa pun yang masih percaya
bahwa kejujuran adalah pusaka paling tua
yang tak boleh dijual.
*Budi Waluyo, Lahir di Purwoerto, 5 Oktober 1956
Sewaktu SMP senang sekali membaca puisi karya-karya teman dan juga penyair terkenal, pada waktu itu sesekali juga menulis, rajin menulis sewaktu SMA N2 di Purwokerto, tahun 1976 tinggal di Yogyakarta untuk melanjutkan studi lebih lanjut tentang Seni Rupa di Gampingan, Yogyakarta.
Alumni STSRI “Asri” Yogyakarta, Pascasarjana ISI Yogyakarta, dan S3 Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) Depok.
*