ADIL MAKMUR KUMUR-KUMUR S. Ratman Suras (027)

S. Ratman Suras

ADIL MAKMUR KUMUR-KUMUR

katanya adil makmur
tapi kami rakyat kecil cuma bisa kumur-kumur
dengan air comberan basi
sisa-sisa cuci tangan kalian
di cafe yang serba mewah
kami selalu dijanji-janjikan untuk maju
sebagai peserta lomba antar bangsa
agar dunia tahu, kegigihan kami, kesabaran kami, dicekoki janji-janji
kami sudah tanam, apa yang kalian
inginkan
sorgum, jagung, ubi jalar, singkong, talas, pengganti beras
sebab sawah kami, kalian sulap jadi ladang batu
itulah sebabnya wajah kalian hitam
mengeras, tapi tetap merasa sok waras
katanya adil makmur
tapi kami tetap dikibuli
sedikitpun tak boleh cakap
hukum tetap dipajang di lemari kaca
maling ayam dipermak hingga remuk
para koruptor berleha-leha tetap gemuk
kalian semua ada dibarisannya
sesekali popor dan moncong senjata
diarahkan ke jidat-jidat yang mengkilat
agar diam tak usah ikut-ikutan bicara
katanya adil makmur
untuk dapat segenggam beras
kami harus belepotan oli bekas
yang kalian lumuri pada sebatang pohon pinang
kalian kupas biar licin, lalu ditancapkan
menjulang ke langit angkuh
dii tanah lapang yang kerontang
tega kalian melebihi kompeni
tubuh-tubuh belepotan oli miskin
jadi tontonan, jadi candaan
tawa pun menggema
di antara derai-derai luka
yang terus menganga

Tanjung Anom 080826

S. Ratman Suras, kelahiran Cilacap pada 8 Oktober 1965. Gugur Gunung (1997) Suluk Sunyi (2015) adalah antologi puisi tunggalnya. Kini tinggal di desa Tanjung Anom, Deli Serdang, Sumut.