100. Rapat Gelap Kaum Kecoa, Heru Patria

Heru Patria

Rapat Gelap Kaum Kecoak

Di sudut tong sapah nan pengap
Kwanan kecoak berkumpul adakan rapat gelap
Satukan doa tanpa berhenti berharap
Dalam ratap mereka bermunajat
Tuhan bebaskan hidup kami dari gelap
Bebaskan kaum kami dari tindak biadab

Di tengah adu argumentasi tingkat tinggi
Dating seekor tikus ajukan iterupsi
Sambil acungkan tengah jari
Senyum punga menikam hati
Tikus yang tak pernah henti mengerat bumi pertiwi
Busungkan dada layaknya pahlaewan di siang hati

Bertanya kecoak kepada tikus kotor
Mengapa mereka suka tinggal di meja kantor
Gerogoti segala anggaran tanpa kena sensor
Atau mungkin sang kucing tak pernah lapor

Sang tikus terdiam tanpa jawab
Tak ingi nasib baiknya akan menguap
Dengan lincah berkelit bagai tukang sulap
Bagai diplomat ulung tikus bersikap

Rapat gelap seketika hening
Kawanan kecoak mengerutkan kening
Sang tikus mukanya berpaling
Tanpa sadar di bola matanya tergambar seorang maling

Lalu hingga bingar itu pun datang
Setelah hadirnya sekelompok orang bermodal uang

Rapat gelap kaum kecoak berlanjut
Ciptakan satyu kebulatan tekag
Melawan orang-orang jahat
Ikrarkan sebuah maklumat.
Blitar 2021


Heru Patria adalah sastrawan Indonesia, Lahir di Blitar . tinggal di Blitar. Karyanya berjudul Orasi Anak Negeri dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia